RADARJOGJA.CO.ID – Alokasi Dana Keistimewaan (Danais) yang terus meningkat tiap tahun, diharapkan juga bisa dimanfaatkan untuk penataan bantaran sungai

di Kota Jogja. Terutama untuk tiga sungai besar yang membelah kota ini yaitu Winongo, Code, dan Gajah Wong. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Edy Muhammad mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan peraturan sebagai dasar hokum terkait penataan bantaran sungai dengan Danais itu.

“Sedang kami upayakan supaya Danais juga bisa digunakan untuk penataan kawasan sungai,” katanya.

Edy menjelaskan sungai besar yaitu Winongo, Code dan Gajah Wong adalah sungai yang menjadi penyangga kawasan cagar budaya di Kota Jogja. Antara Sungai Winongo dan Sungi Code, tengah-tengahnya ada cagar budaya Keraton Jogja dan

Malioboro. Sedangkan antara Sungai Code dan Gajah Wong, di tengah-tengahnya ada kawasan cagar budaya Kotagede. Dengan pertimbangan itu diharapkan Danais juga bisa dimanfaatkan untuk penataan kawasan sungai.

“Keberadaan sungai dan kawasan cagar budaya itu kan juga merupakan kesatuan,” tuturnya.

Terlebih, lanjut Edi, urusan keistimewaan DIJ juga mengatur terkait tata ruang dan kebudayaan. Untuk mendukung hal itu, dirinya menilai perlu regulasi, di antaranya melakukan evaluasi rencana tata ruang wilayah (RTRW).

“Formalnya perda tata ruang. Harapan kami implementasinya tidak hanya urusan tata ruang, tapi budaya juga bisa masuk,” jelasnya.