RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Perilaku layaknya kelompok genster, kembali ditunjukkan sebagian pelajar yang ada di Jogjakarta. Sekelompok pelajar dari berbagai sekolah dibekuk aparat Polsek Ngemplak karena berencana menggelar tawuran.

Dari puluhan pelajar yang ditangkap, tiga orang didapati membawa senjata berbahaya. “Kami mendapatkan pendang, celurit dan gir yang sudah dimodifikasi dari tiga orang itu,” jelas Kanit Reskrim Polsek Ngemplak Iptu Tasngin kemarin (14/1).

Dari sumber yang dihimpun, aksi perkelahian antarpelajar ini melibatkan sejumlah sekolah. Puluhan pelajar dari empat sekolah rencananya akan melakukan penyerangan terhadap pelajar dari salah satu sekolah yang ada di Ngemplak.

Sebelum melakukan penyerangan, sekitar 70 pelajar terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Selomartani, Kalasan. Kemudian mereka melakukan konvoi melintasi jalan Cangkringan mencari sasaran.

Nah, saat berada di SPBU Selomartani Jalan Cangkringan, rombongan pelajar tadi bertemu dengan sekelompok pelajar asal Ngemplak. Saat berpapasan, rombongan yang dari Kalasan meneriaki rombongan tersebut dan melakukan pengejaran.

Sesampainya di Jalan Cangkringan Km 8 atau tepatnya di Dusun Koroulon Kidul, Bimomartani, Ngemplak,aksi kejar-kejaran itu dihentikan oleh warga sekitar. Tak lama kemudian, aparat dari Polsek Ngemplak datang ke lokasi. Melihat kedatangan polisi, rombongan pelajar berhamburan dan berlari ke arah utara.