RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Kota seni yang tidak memiliki museum seni rupa. Itulah kritik yang disampaikan seniman Godod Sutedjo saat pembukaan Pameran Gelar Kreatif Jogja di galerinya Jalan Suryodiningratan Mantrijeron kemarin (14/1).

“Jika pemerintah mau membuatkan (museum seni rupa, Red) Alhamdulillah. Jika tidak, kami yang mewujudkan sendiri. Seniman jangan cengeng,” tegas Godod. Menurut dia, keberadaan museum sangat penting untuk melihat perkembangan karya seniman, sekaligus tempat belajar.

“Mudah-mudahan pemerintah terketuk, apalagi ada Danais (dana keistimewaan, Red) sekarang,” lanjutnya. Menurut Godod menjadi keprihatinan karena Jogja sudah menjadi jujugan para anak muda dari berbagai daerah di Indonesia sebagai tempat belajar.

Selain itu, sudah banyak pula seniman besar yang lahir dari Jogja. Bahkan karyanya sudah mendunia. “Tapi di kota asalnya malah tidak ada museum. Kita bisa menjadi tertawaan,” ujarnya.

Godod mengaku tidak akan memelas ke pemerintah supaya dibuatkan museum. Termasuk meminta supaya dianggarkan dalam Danais. Salah satu cara yang ditempuh para seniman yaitu dengan memberikan dukungan pada pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan lukisan prasasti Haroem (Haryadi Heroe Menang). Diawali oleh Godod Sutejo dilanjutkan Nya Ati Godod, Yani Saptohoedojo, Mien Brojo, Mahyar Suryaman, Dewobroto, dan Untung Basuki.

Sementara itu HP yang menerima dukungan tersebut, berjanji akan berusaha mewujudkan harapan seniman seni rupa di Jogja tersebut. Saat mendapat amanah memimpikan Kota Jogja, bersama HS nantinya akan memasukkan harapan seniman supaya memiliki museum seni rupa di Kota Jogja. Entah melalui anggaran Danais atau APBD. “Memang sudah seharusnya ada museum untuk mengingat karya seniman sewaktu mereka berkarya di Jogja,” ungkapnya. (pra/din/ong)