RADARJOGJA.CO.ID – Aktivitas penambangan galian golongan C di sekitar kawasan Merapi diduga masih ada yang ilegal. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa bulan belakangan. Sempat mencuat kabar bahwa, penambangan ilegal bisa berlangsung karena tidak lepas dari peran oknum aparat Kepolisian.

Koordinator Gerakan Masyarakat untuk Transparansi dan Kebijakan (Gemasika) Magelang Iwan Hermawan menyatakan, sejak awal ia tidak sepakat dengan penambangan dengan alat berat. Jika masih ada penambangan dengan alat berat dan bahkan ilegal, maka harus segera ditindak.

Di sekitar kawasan Merapi, setidaknya terdapat puluhan titik penambangan. Jumlah itu tersebar di sekitar Kecamatan Srumbung, Dukun, Sawangan dan lainnya. Ia pun menanyakan komitmen Pemerintah Provinsi terkait penambang itu bagaimana penindakannya.

“Penambangan ada yang berjalan selama 24 jam. Belum lagi berbicara tonase truk yang mengangkut pasir,” katanya.

Tidak hanya itu, selama ini juga belum jelas soal pembagian share anggaran dan kewenangan di bidang penambangan. Yaitu, antara Pemkab Magelang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Mestinya, Pemkab Magelang juga jangan membiarkan kawasan yang ditambang tanpa merujuk ke Peraturan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemkab Magelang.

“Terkesan ada pembiaran terhadap RTRW. Penambangan ini sudah merusak bersama-sama,” kata Iwan.

Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Penambangan Liar Merapi

Menyikapi itu, Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Magelang berkumpul di Markas Kepolisian Resort Magelang di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid Rabu (11/1). Mereka membahas persoalan tambang dan berpikir bagaimana menyikapi kasus penambangan pasir tersebut. Perwakilan dari Taman Nasional Gunung Merapi juga ikut hadir dalam rapat koordinasi itu.

“Kita buat tim gabungan penertiban galian golongan C,” tegasnya.

Rencananya, minggu depan Polres Magelang akan melaksanakan rakor kembali dengan mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku pemberi izin penambangan. Kemudian, akan disusun draft terkait tim gabungan serta siapa yang akan mengawali tim tersebut.(ady/dem)