RADARJOGJA.CO.ID – Ruas jalan di atas jembatan Gegunung, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, ambrol. Diduga jebolnya jalan penghubung antar kecamatan ini karena tidak kuat menahan tonase truk pengangkut tambang andesit.

Jalan ambrol membentuk lubang besar dengan diameter 4 meter persegi berkedalaman dua meter. Jembatan yang sering digunakan warga itu kini berbahaya (rawan kecelakaan) karena berada di titik lepas turunan dan minim penerangan saat malam hari.

Mengantisipasi lakalantas, di lokasi ambrol dipasangi garis polisi untuk peringatan para pengguna jalan. “Ambrolnya tidak sekaligus, awalnya hanya lubang kecil lalu melebar. Penyebabnya sering dilalui truk, sementara hujan membuat konstruksi jembatan makin ringkih,” ujar salah seorang warga Dwi Ariani, 30, kemarin.

Menurut Ariani, jalan penghubung kecamatan ini menjadi akses utama warga ke Kulonprogo wilayah utara dan selatan. Jalan tersebut juga satu-satunya akses truk pengangkut andesit. Puluhan truk melintas setiap hari.

Kendati sudah jebol, truk batu andesit masih terus berlangsung. Dikhawatirkan akan memperparah kondisi jalan, apalagi jika hujan deras mengguyur.

“Aliran air menggerus tanah di bawah lapisan jalan dan rentan ambrol,” kata Ariani.

Kapolsek Pengasih Kompol Kuswanto akan melakukan koordinasi dengan operator penambangan. Jika memungkinkan dilakukan perbaikan dan truk dihentikan sementara.

“Masih dikoordinasikan. Kami upayakan supaya tidak menambah parah kerusakan,” ungkap Kuswanto.

Kepala Bidang Bina Marga, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Nurcahyo Hadiwibowo mengatakan gorong-gorong jembatan memang konstruksi lawas yang dibangun puluhan tahun silam. Kapasitas beban maksimal enam ton.

“Kalau truk tambang rata-rata membawa muatan hingga 14 ton. Jembatan tidak kuat, itu penyebab utamanya. Mungkin kami akan buat struktur baru dengan plat beton,” kata Nurcahyo.

Ada empat operator tambang batu andesit yang menggunakan jalan tersebut. Perusahaan sepakat bertanggung jawab memperbaiki jembatan tersebut.

Perwakilan CV Elita Karya Pratama Arman Sukirman mengatakan tonase truk mencapai 10 ton. Dalam sehari, 20 truk dioperasikan tiap perusahaan. (tom/iwa/mar)