RADARJOGJA.CO.ID – Gagal untuk menggaet pelatih kepala PSS Sleman di ISC-B 2016 silam, Seto Nurdiyantara, Persiba Bantul bergerak cepat. Nama pemain terbaik liga Indonesia 1996/1997 Carlos de Mello menjadi salah satu pilihan agar Laskar Sultan Agung, julukan Persiba, minimal bisa bertahan di Divisi Utama (DU) kompetisi 2017.

Manajer Tim Persiba Bantul Endro Sulastomo menjelaskan, kemunculan pelatih asal Brasil itu tak lepas dari tekanan suporter yang ingin nuansa baru. Pasarbumi, barisan pendukung Persiba, mendesak manajemen untuk mengganti Sajuri Syahid agar Persiba lebih menggigit di kompetisi mendatang. Ini dijawab manajemen dengan kemunculan nama pelatih yang saat bermain dikenal sebagai playmaker dengan umpan terukur tersebut. “Karena itu Senin (16/1) kami akan gelar pertemuan,” ujarnya.

Pada Senin itulah, sosok tactician Johan Manaji dkk bakal jelas. Sebab, saat rapat manajemen tersebut, juga akan membahas target dan kiprah skuad The Reds. Target ini akan menentukan langkah manajemen menentukan pilihan pelatih dari beberap nama yang beredar.

Persiba sendiri sebenarnya ngebet untuk bisa mendatangkan Seto. Legenda yang ikut membawa Persiba menjuarai Divisi Utama di kompetisi 2011 tersebut, digadang-gadang bisa membangkitkan semangat pemain muda Persiba.

Tapi, proses tersebut tak mudah. Seto betah bersama PSS Sleman meski turun pangkat menjadi asisten pelatih dari Freddy Muli.

Pilihan selanjutnya pun jatuh ke Carlos de Mello. Setelah rapat dan ada keputusan, manajemen akan segera melobi pelatih yang mengantongi lisensi A CBF (asosiasi sepakbola Brasil) tersebut untuk menukangi Persiba.

Kiprah Carlos di kepelatihan memang baru. Di Indonesia, ia pernah menukangi Tim Pelajar Indonesia. Namanya, lebih dikenal sebagai pemain yang sukses mengantarkan Persebaya Surabaya dan PSM Makassar juara liga.

Saat jadi pemain, Carlos memang menjadi duet mematikan bersama mantan pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago. Keduanya merupakan pemain khas Brasil dengan teknik tinggi.

Tapi, karir kepelatihan keduanya berbeda. Jacksen selama 10 tahun terakhir sukses menjadi pelatih. Jacksen merupakan pelatih tersukses dengan mengantongi empat gelar juara liga Indonesia. Satu gelar bersama Persebaya dan tiga gelar bersama dengan Mutiara Hitam, julukan Persipura.

Tak hanya itu, saat ini Persiba juga telah mempertimbangkan nama lain yang juga cukup berpengalaman untuk membina pemain muda Persiba. Beberapa pelatih yang masuk dalam bursa kandidat tersebut seperti, Didik Listyantara dan Djoko Susilo. “Namun siapa yang kami tunjuk keputusan masih akan dibahas lagi dalam rapat manajemen,” bebernya.(riz/din)