RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Jerit tangis sepuluh terdakwa penganiayaan beberapa siswa SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Kota Jogja mewarnai sidang pamungkas dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Bantul kemarin (13/1).

Tangis remaja belasan tahun tersebut semakin menjadi-jadi saat para orang tua masing-masing memeluk mereka yang saat itu duduk di kursi pesakitan.

Itu setelah majelis hakim yang diketuai Subagyo dengan anggota Fitri Titin dan Evi Insiati menjatuhkan vonis kepada sepuluh terdakwa sesuai peran masing-masing.

Dua terdakwa utama, Kev dan Eme mendapat vonis paling berat dibanding rekan-rekannya. Kedua ABG (anak baru gede) yang masih berstatus pelajar salah satu SMA di Kota Jogja ini divonis lima tahun penjara. Keduanya terbukti berperan banyak dalam kasus yang menewaskan Adnan Wirawan Ardianto. Kev berperan sebagai provokator sekaligus pembacok korban dengan senjata tajam. Sedangkan Eme sebagai pelaku penusukan yang mengakibatkan Adnan kehilangan nyawa.

Baca: Ratusan Orang Padati Ruang Sidang Kasus Penganiayaan Siswa SMA MUHI

Satu terdakwa lagi, Pls, divonis empat tahun penjara setelah terbukti membacok korban lain sehingga mengalami luka parah. Sementara tujuh terdakwa lainnya, yaitu: Rob, Stev, Dwik, Math, Neh, Kel, dan Dem hanya divonis tiga tahun penjara.

Semua vonis yang dijatuhkan hakim setahun lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

“Pidana penjara di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA),” ucap Subagyo membacakan amar putusan kemarin sore.