RADARJOGJA.CO.ID – Selain cabai, komoditas pertanian musiman seperti bawang merah juga mengalami kenaikan harga signifikan. Fluktuasi harga bawang merah dipengaruhi produksi dan distribusi stok barang dari petani.

Mencari solusi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) sebagai instansi yang ikut bertanggungjawab mengendalikan inflasi, mengambil langkah pengendalian harga. Salah satunya dengan memfasilitasi pembangunan gudang penyimpanan benih bawang merah di Pedukuhan Klumutan, Desa Sri Kayangan, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo.

“Gudang benih ini diharapkan mendukung pengembangan bawang merah di DIJ,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI DIJ Arief Budi Santoso saat menghadiri peresmian gudang benih bawang, Rabu (11/1).

Pengembangan klaster bawang merah ini bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah. Yakni melalui penyediaan bibit unggul lokal dan penerapan budidaya ramah lingkungan. “Diharapkan bisa menekan inflasi di DIJ,” kata Arief.

Gudang berkapasitas 22 ton ini bisa menjadi jawaban kebutuhan benih. BI menggandeng Kelompok Tani Sido Makmur sebagai binaan untuk budidaya bawang merah di Desa Sri Kayangan.

“Gudang dimanfaatkan anggota dan petani setempat untuk penyimpanan tunda jual maupun penyimpanan benih. Khususnya varietas lokal Srikayangan agar tetap lestari,” ujar Arief.

Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Sri Kayangan Sukiran mengatakan keberadaan gudang membuat penyimpanan benih lebih sempurna. Kelembaban yang terjaga, benih tidak mudah rusak.

Selama ini petani bawang merah setempat menyimpan benih dalam ruangan seadanya. Sebagian benih yang disimpan cepat rusak, terutama saat masa tanam Maret. (tom/iwa/mar)