Batik Lurik Ungkapkan Kerinduan pada Nenek

Tak sekadar gemulai. Tiap penari juga mampu menampilkan sebuah cerita dalam gerakannya. Itulah yang terlihat dalam gelaran Resital Tari di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Jogjakarta, Rabu (11/1) lalu.

RETNO WAHYUNUR WULAN, Bantul

SEORANG penari mengenakan batik lurik, dengan gemulai dia menggerakkan tubuhnya mengikuti irama. Sejurus kemudian muncul penari lain, mereka berinteraksi layaknya dua orang yang saling mengasihi.

“Tari ini berjudul Candhuk. Menceritakan tentang hubungan seorang cucu dengan neneknya,” ungkap Risca Putri Wulandari, sang koreografer Candhuk.

Batik lurik yang dipakai oleh penari merupakan wujud sebuah kerinduan terhadap sosok nenek yang sering mengenakan busana tersebut. Candhuk, lanjut Risca, memiliki arti titik jumpa. Dia menjelaskan, titik jumpa tidak harus secara fisik. Namun bisa dari sebuah kenangan.

Risca menuturkan, karya tari ini terinspirasi dari kehidupan yang dialaminya sendiri. Dia sejak kecil dirawat oleh sang nenek. Bahkan kedekatannya dengan nenek lebih dari kedekatan dengan orang tuanya.

“Ketika jauh dari nenek, timbul rasa rindu. Ingin rasanya berjumpa walau hanya dalam mimpi,” jelasnya.

Pada malam itu, tak hanya karya Risca saja yang memukau penonton. Selain Candhuk, ada empat karya lain yang disajikan. Yakni, Nyai Dasima karya Novianti, After Dark karya Annisa Zahara, dan Agape karya Putri Maylani Pamungkas. Terakhir berjudul Cinte Yin Galema karya Reni Destiani.

Gelar Resital Tari ini dipersembahkan oleh AnT Production. Khusus pada gelaran yang diadakan dua hari hingga kemarin (12/1) mengambil tema Karsa Wanita Dalam Asa. Karya yang ditampilkan merupakan tarian dari mahasiswa jurusan tari sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan tugas akhir.

Salah satu penonton Dila mengaku terhibur dengan tari yang disajikan. Dia menilai para penari terlihat serempak dan solid sehingga mampu menghayati cerita dalam tarian tersebut. “Meski ada juga beberapa penari yang kurang fokus, namun secara keseluruhan gelaran resita tari ini bagus,” ungkap alumnus jurusan seni tari ini. (ila/ong)