RADARJOGJA.CO.ID–Kampus UGM memberikan keteladanan dalam memilih pemimpin. Untuk mengganti Rektor UGM Prof Dwikorita Karnawati, UGM bakal melakukan mekanisme berbagai tahap seperti musyawarah mufakat. Sebelum keputusan pemilihan dilaksanakan di Majelis Wali Amanat.

Proses musyawarah ini, menurut Ketua Panitia Seleksi Rektor Indarto, akan berlangsung selama tiga bulan. Dengan puncaknya, April mendatang Majelis Wali Amanat (MWA) akan menetapkan rektor yang menjabat selama 2017-2022.

Proses sebelumnya, senat yang akan memilih tiga calon dari semua pendaftar. Kemudian tiga calon tersebut akan dikirim ke MWA untuk dipilih satu yang terbaik. Musyawarah mufakat ini dilakukan di MWA untuk menentukan rektor.

Indarto mengungkapkan, calon rektor harus memenuhi persyaratan dan administrasi yang sudah ditetapkan. Salah satunya sudah berpendidikan doktor dan belum berusia 60 tahun.

Anggota panitia seleksi calon rektor Arie Sujito menjelaskan, para calon harus mempunyai komitmen tinggi dalam mengembangkan UGM. “Juga memiliki jiwa kebangsaan, kepemimpinan yang kuat, dan mampu membawa UGM ke kancah persaingan internasional,” tegasnya.

Arie menambahkan, dalam memlilih seorang pemimpin harus ada transparasi dari berbagai kepentingan. Oleh sebab itu, MWA yang beranggotakan guru besar, wakil pemerintahan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa tersebut mempunyai peran penting dalam memutuskan siapa rektor yang terpilih.

Setelah didapatkan tiga calon terpilih, mereka akan didatangkan dalam tiga forum yakni dosen, tenaga pendidikan, dan mahasiswa. Mereka nanti diminta menyampaikan program-programnya sekaligus menjadi kesempatan masyarakat kampus untuk menyampaikan masukannya. “Harapannya rektor yang terpilih nanti bisa berkoordinasi dengan para dekan dan mampu menyinergikan potensi yang ada di fakultas,” ungkapnya. (ita/eri)