RADARJOGJA.CO.ID–Tenaga honorer di Gunungkidul mendapat surat edaran (SE) dari Komite Aparatur Sipil Negeara (ASN) Provinsi DIJ, baru-baru ini. Sayang, isi SE tersebut dianggap membingungkan. Karena di dalamnya ada permintaan sejumlah uang.

Kop surat tertulis dari Komite Nasional Undang-undang ASN Provinsi Jogjakarta, dengan alamat secretariat di Jalan Kenari Nomor 56, Umbulharjo. Surat dengan nomor 03/Komite/DIJ 2016, dan di dalamnya tertulis permohonan dana partisipasi perjuangan.

Hanya, tidak dijelaskan secara pasti untuk apa dana yang diminta tersebut. Tertulis, dalam perjuangan diperkirakan mengeluarkan biaya. Maka, selaku pengurus DPW Komite Nasional Revisi Undang-undang ASN DIJ tenaga honorer diminta memberikan dana partisipasi sebesar Rp 50 ribu.

Teknis pengumpulan dana partisipasi dilakukan masing-masing koordinator forum. Selanjutnya, diserahkan pada Bendahara DPW Komite Nasional Revisi Undang- ASN Provinsi DIJ. Surat tersebut ditandatangani pada 25 Desember 2016 oleh Ketua Komite DIJ Hajar Thamrin SH.

“Belum lama ini saya ditawari dan diajak setor uang sesuai yang tertera pada surat edaran. Yakni, sebesar Rp 50 ribu,” ungkapo Bayu Prihastanto, salah seorang tenaga honorer di Gunungkidul, Kamis (12/1).

Bayu mengaku belum menentukan pilihan, apakah ikut setor atau tidak. Menurutnya, satu hal yang membingungkan dari surat itu karena tidak adanya kejelasan untuk apa penggunaan dana sebesar Rp 50 ribu.”Terus terang munculnya surat ini bagi saya meresakhan karena informasinya simpang siur dan tidak jelas. Takutnya hanya dimanfaatkan oknum, karena harus bayar sebesar itu,” paparnya.

Ia menambahkan, ratusan teman-temannya pegawai honorer ada yang tergoda dengan iming-iming diiikutkan ASN. Ada ratusan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) se-Gunungkidul menyetorkan uang. “Kalau saya tidak tergiur, karena tidak jelas,” ucapnya.

Anggota Komite ASN Provinsi DIJ Purwatiningsih membenarkan perihal permohonan dana untuk pegawai honorer. Hanya, pihaknya belum menjelaskan secara rinci untuk apa uang penggalangan dana tersebut jika sudah terkumpul.”Maaf, saya sedang berada di rumah sakit. Nanti saya sampaikan,” kata Purwatiningsih.(gun/hes)