RADARJOGJA.CO.ID – Petani di wilayah Kabupaten Magelang mendapatkan Kartu Tani dari pemerintah. Kartu ini bisa difungsikan sebagai alat pembelian pupuk bersubsidi. Fungsi lain kartu ini juga sebagai daftar penerima bantuan kredit yang bisa langsung dicairkan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, di lapangan terkadang petani dibuat pusing karena pupuk langka. Sisi lain ada yang memanfaatkan momen itu, karena pupuk juga dimanfaatkan untuk perkebunan dan pabrik tekstil.Hal ini membuat pemerintah butuh data. Harapannya dengan kartu tani, pemerintah dapat memonitor informasi di sektor pertanian yang meliputi kebutuhan pupuk dan lainnya, sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan.

“Karena pupuk sedang piknik tadi. Ke perkebunan, industri tekstil, dengan dongkol kita berpikir soal pendataan kebutuhan pupuk petani. Kemudian penyuluh pertanian membantu pendataan tersebut,” kata Ganjar di hadapan petani saat di Pendopo drh Soepardi, Mungkid.

Melalui Kartu Tani, Ganjar berharap menjadi start awal untuk data base petani. Yaitu untuk mendata ulang luas tanah, petani sedang menanam apa dan lainnya. Dengan demikian, pemerintah bisa mengetahui masa panen para petani.

“Kalau nanti panen, menteri bisa perintahkan Bulog untuk ambil hasil pertaniannya. Ini dengan cara modern dikit, digitalisasi,” tuturnya

Adapun jumlah petani Jawa Tengah yang sudah terdata sebanyak 1.484.221 orang. Sementara jumlah rekening total mencapai 1.680.687. Per 8 Januari ini, kartu tani yang sudah dibagikan mencapai 239.856 dan yang sudah siap dibagikan sebanyak 828.831. Kartu tani ini dibantu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagai leading sector program kartu tani.

“Bu Menteri (Menteri BUMN) bilang sebelum Lebaran beres. Nanti bisa ditambah kartu nelayan, dan kelompok lain yang kira-kira bisa dibantu dengan pendataan,” jelasnya.

Saat ini sudah 22 dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang terdistribusi kartu tani. Ia menargetkan pada 2017 ini seluruh petani di wilayahnya mendapat kartu tani.

Adapun kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno ke Mungkid merupakan salah satu rangkaian kegiatan kunjungan ke Magelang. Kementerian BUMN membangun 60 homestay dan 20 Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang tersebar di 20 desa sekitar Candi Borobudur. Ditargetkan pembangunan homestay dan Balkondes tersebut bisa rampung pada akhir tahun mendatang. (ady/dem)