RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Perlahan tapi pasti. Proses hukum kasus dugaan penipuan senilai Rp 40 miliar yang melibatkan Ricky Yonatan,51, memasuki babak baru.

Penanganan kasus tersebut mencapai pelimpahan berkas tahap dua ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ. Sebelumnya, warga Perum Sangrila Indah Mraen, Sendangadi, Mlati, Sleman itu sempat buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kasi Penkum Kusuma Jaya Bulo SH membenarkan adanya penyerahan berkas penipuan dengan tersangka Ricky Yonathan dari kepolisian. “Hari ini (kemarin, 12/1) dilimpahkan,” kata Kusuma Jaya Bulo di ruang kerjanya.

Kusuma menjelaskan, bersamaan dengan pelimpahan berkas tahap dua tersangka mulai menjalani pemeriksaan di kejati. Tersangka selanjutnya dikirim ke Rumah Tahanan Wirogunan untuk ditahan. “Setelah berkas lengkap akan kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Sleman,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, kasus hukum yang menjerat Ricky bermula dari adanya kesepakatan pembangunan proyek senilai Rp 61 miliar di Medan, Sumatera Utara pada 2014 dengan Andreanyta.

Sesuai kesepakatan, Andreanyta lantas menyetorkan uang sebesar Rp 40 miliar. Namun, dalam perjalanannya tersangka tidak menyelesaikan pembangunan sesuai dengan kesepakatan.

Merasa ditipu, Andreanyta melaporkan Ricky ke Polda DIJ.
Saat dilakukan pemanggilan penyidik, tersangka sempat mangkir, karena itu dia ditetapkan masuk DPO selama 10 bulan. “Tersangka dijerat pasal 378, 372, dan 263 KUHP,” jelas Kusuma.

Terpisah, kuasa hukum Ricky, Totok S mengaku belum mengetahui adanya pelimpahan berkas tersebut. “Belum dapat info. Nanti saya cek,” ucapnya. (bhn/mar/yog/ong)