RADARJOGJA.CO.ID – Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang melakukan demo 12 Januari (121) di Gedung Dewan dan Kantor Pemkot setempat. Keinginan untuk bertemu dan berdialog dengan Wali Kota Sigit Widyonindito dan anggota dewan urung terlaksana, karena yang bersangkutan tidak ada di tempat. Seperti daerah lain, massa Aliansi Mahasiswa Magelang tersebut menyampaikan aspirasi seputar tentang kenaikan harga sembilan bahan pokok, BBM, serta kenaikan biaya pengurusan STNK.

“Kami berharap pemerintah meninjau kembali dan merevisi PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kenaikan Biaya Penerbitan Surat Kendaraan yang meningkat serta saya minta pemerintah segera menurunkan harga pokok yang melonjak tinggi pada awal tahun 2017 ini,” kata Koordinator Aksi, Ahmad Kodri.

Menurut Kodri, untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka seluruh jajaran pemerintah, legeslatif, yudikatif dan eksekutif harus perduli terhadap rakyat.

“Kami juga meminta agar pemerintah membatasi tenaga kerja asing yang masuk ke dalam negara ini. Kelolalah sumber daya alam Indonesia yang melimpah ini secara mandiri,” tuturnya.

Mewakili wali kota, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Sumartono menyatakan sangat mengapresiasi apa yang telah disampaikan oleh mahasiswa.

“Kami akan koordinasi dengan tim pemerintah kota dulu. Jika memang perlu kami akan sampaikan ke pemeritah provinsi dan pusat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Kodri mengungkapkan rasa kecewanya karena tidak ditemui langsung oleh wali kota dan anggota dewan.

“Kami merasa kecewa sekali. Karena sebagai wakil rakyat harusnya mereka mau menemui kami. Karena kami adalah rakyat juga,” tandas Kodri.(cr2/dem)