RADARJOGJA.CO.ID – Sistem daring Perizinan Online Kulonprogo (IzinKu) efektif cegah pungutan liar (pungli). Sebanyak 56 jenis perizinan bisa dilakukan melalui IzinKu. Pengurusan izin bisa dipantau.

Pj Bupati Kulonprogo Budi Antono mengatakan durasi pengurusan izin secara manual selama seminggu terlalu lama. Layanan online menjadi solusi, asalkan semua syarat terpenuhi.

“Perizinan daring menguntungkan warga. Sesuai dengan reformasi layanan perizinan yang mengutamakan kualitas layanan, dan menghindari pungli,” ujar Budi.

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo mencatat realiasi investasi hingga triwulan keempat 2016 naik 8,79 persen. Atau Rp 1,13 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 496,315 miliar (naik 21,89 persen). Investasi penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 635,620 miliar (naik 0,37 persen).

“Kami akan memperbaiki realisasi investasi tahun-tahun mendatang. Caranya, memberi kemudahan investor yang akan menanamkan modal,” kata Kepala DPMPT Kulonprogo Agung Kurniawan kemarin.

Kemudahan tersebut termasuk memberantas praktik pungli. Terutama dalam pengurusan perizinan dan non-perizinan investasi. Diharapkan investasi PMA dan PMDN meningkat.

“Kami menciptakan iklim investasi kondusif. Memberikan kepastian hukum dan kenyamanan berinvestasi. Sehingga investor tidak ragu berinvestasi di Kulonprogo,” kata Agung.

Berdasar data investor tracking, sedikitnya 29 calon investor menyatakan tertarik menanamkan modal. Sebanyak 13 investor di antaranya sudah masuk tahap perizinan, selebihnya penjajakan menyusun feasibility study.

“Satu investor tengah melakukan penyusunan kerjasama, perluasan usaha, dan tahap konstruksi. Bentuk usahanya mulai dari industri kimia, tambang, farmasi, pertanian, furnitur, wisata, pendidikan, dan kesehatan,” katanya. (tom/iwa/mar)