RADARJOGJA.CO.ID– Warga Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan kembali mendatangi Kantor Bupati Magelang Zaenal Arifin. Mereka menuntut bupati untuk meninjau kembali pembatalan izin pembangunan pabrik kaos tangan di desanya. Pembatalan izin ini dinilai menghilangkan potensi lowongan kerja di desa tersebut.

Puluhan warga mendatangi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Dari depan gerbang, mereka berjalan kaki sekitar 100 meter ke Kantor Bupati Magelang. Perwakilan massa berorasi menyampaikan tuntutannya.

Tidak ada tanggapan, massa kemudian bergeser ke Gedung DPRD Kabupaten Magelang yang berjarak sekitar 50 meter. Mereka ditemui Pimpinan DPRD Saryan Adi Yanto (ketua), dan dua wakil ketua Yogyo Susaptoyono dan Soeharno. Beberapa poster yang mereka bawa diantaranya bertuliskan “Bupati menghambat nawacita”, “Bupati jangan diskriminasi dan menghambat izin”, ” Pikirke nasibe wong cilik” dan lain sebagainya.

“Di desa kami rencana akan ada pabrik kaos tangan dari Korea. Izin pembangunan sudah sesuai aturan yang berlaku. Mohon bantuan agar izin di bupati tidak mangkrak,” kata salah satu perwakilan massa Pujiyanto saat dihadapan pimpinan dewan.

Menurut dia, jika ada pabrik maka dinilai bisa mengurangi pengangguran. Disebutkan, setiap tahun terdapat 3.000 lebih lulusan SMP, SMA yang menjadi pengangguran.