RADARJOGJA.CO.ID – Jogjakarta sangat pantas menyandang predikat kota bola. Ini tak hanya karena di DIJ memiliki tiga klub yang saat ini bermain di kasta kedua Divisi Utama. Fasilitas penunjang sepakbola di DIJ pun bisa dibilang kelas internasiona.

Di provinsi istimewa ini, telah ada tiga stadion berkelas. Pertama Stadion Maguwoharjo yang milik Pemkab Sleman. Stadion ini sudah diakui AFC sebagai mini San Siro. Kemudian, Stadion Sultan Agung, milik Pemkab Bantul. Stadion ini sudah tersertifikasi C AFC.

Nah, terakhir stadion milik Pemprov DIJ. Stadion Mandala Krida yang menjadi legenda kandang dari beberapa klub. Mulai dari Perkesa Mataram, PSIM, sampai Mataram Indocement. Stadion ini masih dalam tahap renovasi dan baru akan selesai November tahun ini.

Tak tanggung-tanggung, renovasi ini bakal menaikkan berbagai standar di stadion modern tersebut. Mulai dari rumput stadion, drainase, sampai dengan fasilitas tribun stadion. Tak tanggung-tanggung, APBD DIJ mengucurkan anggaran sebesar Rp 45 miliar.

Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ Edy Wahyudi mengatakan, Januari ini diajukan ke ULP. Kemudian bisa dilanjutkan ke tahapan lelang. “Kami berharap setelah itu proses lelang bisa berjalan lancar dan renovasi bisa langsung dikerjakan pada Maret,” ujarnya.

Pada tahun ini proyek renovasi akan melanjutkanpembangunan tempat duduk dan pemasangan atap di tribun barat. Sesuai desain yang disepakati, bentuknya nantinya diharapkan sama seperti di tribun timur yang sudah selesai dikerjakan tahun 2016 lalu.

Selanjutnya, juga akan diteruskan menyelesaikan proyekfasilitas pendukung seperti toilet, ruang ganti pemain, ruang wasit, press room dan beberapa ruangan lain di tribun barat. “Sedangkanuntuk tribun selatan kami buat persis seperti tribun utara,” paparnya.

Adapun mengenai waktu yang dihabiskan untuk pengerjaan proyek tersebut menurutnya tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu sembilan bulan. Sehingga pada bulan November 2017 proyek sudah bisa diselesaikan. Namun faktor cuaca juga bisa sedikit memengaruhi waktu pengerjaan.

Setelah menyelesaikan proyek tersebut, pada 2018 penyelesaian renovasi Stadion Mandala Krida akan dilanjutkan dengan memperbaiki rumput stadion dan penyelesaian akhir beberapa fasilitas pendukung stadion lainnya. Namun menurutnya hal itu tidak memerlukan waktu lama sebab telah ada saluran drainase yang bisa menampung debit air. (riz/eri)