RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Aksi penyitaan kunci alat berat (backhoe) penambang pasir oleh Kades Umbulharjo, Cangkringan Suyatmi terbukti mampu menginisiasi aparat kepolisian dalam penegakan penambangan liar di lereng Gunung Merapi. Kali ini kepolisian ikut turun tangan. Hanya, bukan di Cangkringan. Melainkan Pakem. Tak hanya kunci yang disita. Tapi sekaligus peralatan untuk menambang berupa roder dan tiga unit truk pengangkut pasir.

Backhoe yang disita aparat Polsek Pakem tersebut biasanya digunakan untuk menambang illegal di aliran Sungai Boyong, Pakembinangun.

Kapolsek Kompol Sudaryanto menjelaskan, aktivitas penambangan liar di wilayah Pakem sebenarnya sudah mendapatkan penolakan warga. Namun, para penambang ilegal keukeuh dan nekat menggali pasir. Mereka beralasan sudah medapat restu dari pemerintah desa setempat.

Namun saat didatangi aparat kepolisian, tidak satupun dari penambang bisa menunjukkan surat izin penambangan.

“Karena tidak ada surat izin (alat berat) langsung kami sita,” tegasnya kemarin (11/1).

Kendati demikian, aparat tak lantas menetapkan tersangka. Menurut Sudaryanto, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diperiksa, praktik penambangan baru berjalan sehari. Namun dalam waktu beberapa jam saja tak kurang 15 armada truk berlalu-lalang mengakut pasir. “Pasir itu diangkut ke pangkalan yang ada di Kalasan,” bebernya.