RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Dibandingkan PSS Sleman dan PSIM Jogja, hingga saat ini Persiba Bantul belum memperlihatkan tanda-tanda akan membentuk tim. Padahal klub-klub sudah mulai menggeliat untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama 2017.

Kondisi tersebut juga menjadi keprihatinan suporter Persiba, Paserbumi. Mereka khawatir jika tidak segera menggelar persiapan, hasil yang didapat tim akan mengecewakan.

Lurah Paserbumi Rumawan mengatakan, mereka telah mendatangi manajemen menanyakan rencana persiapan tim. Saat itu manajemen menjawab pertengahan Januari ini akan ada rapat untuk membahasnya.”Kami mendesak manajemen agar tim sudah harus terbentuk akhir Januari. Harapannya tuntutan kami bisa direalisasikan dan akan kami kawal terus,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/1).

Suporter berharap manajemen tidak main-main dalam mempersiapkan tim seperti saat turnamen ISC-B lalu. Ketika itu menurutnya Persiba hanya asal berpartisipasi tanpa ada yang diburu. “Harus ada target. Sebab nanti yang degradasi banyak sekali. Separuh lebih, kalau setengah-setengah dan tidak serius, ngeri mas. Mending tidak usah ikut sekalian daripada degradasi,” jelasnya.

Mengenai komposisi tim, pihak suporter menginginkan bisa mempertahankan skuad seperti saat di Piala Kemerdekaan lalu. Perpaduan antara pemain lokal dan pengalaman bisa menjadi kekuatan tim. “Harus ada penambahan pemain yang pengalaman 5-6 orang. Selain itu sebenarnya tim diuntungkan dengan pembatasan usia. Karena banyak pemain muda yang bisa diorbitkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihak suporter juga mendesak manajemen mengganti pelatih Persiba saat ini Sajuri Syahid. Mereka meminta ada pelatih yang bisa membawa suasana baru pada tim. Sebelumnya manajemen mengajukan penawaran untuk mendatangkan Seto Nurdiantoro ke Bantul. Namun manajemen PSS menahan Seto untuk menjadi asisten pelatih baru mereka, Freddy Muli. “Setelah Januari dibentuk tim, latihan dimulai Februari, Maret sudah ujicoba,” tandasnya. (riz/din/ong)