RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Imbas instruksi pemerintah pusat agar daerah menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bagi siswa SMP memaksa Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memeras otak. Sebab, tak semua sekolah saat ini memiliki sarana computer dalam jumlah cukup.

Kepala Disdikpora Totok Sudarto membenarkan kondisi tersebut. “Masih banyak sarana penunjang pelaksanaan ujian nasional (unas) yang kurang. Paling kentara memang komputer,” ungkapnya, Rabu (11/1).

Totok menyebut, di Bantul terdapat 111 SMP. Dengan total jumlah peserta unas 12.262 orang. Untuk mengatasi masalah kekura ngan komputer di sekolah, Disdikpora berencana meminjam perangkat elektronik tersebut ke berbagai pihak. Salah satunya, memanfaatkan laptop milik siswa. Hal itu dinilai sebagai langkah solutif menghadapi unas 2017.

“Jumlah kekurangan (komputer) masih kami data. Perkiraan sekitar 50 persen dari jumlah kebutuhan,” jelas Totok, Rabu (11/1).

Totok optimistis para wali murid tidak akan keberatan. Bahkan, dia mengklaim bahwa wacana peminjaman laptop sis wa justru inisiatif beberapa wali murid. Kendati demikian, Totok mengajukan satu persyaratan. Seluruh data dalam laptop yang akan dipinjamkan untuk unas harus disterilkan. Ini bertujuan mengantisipasi kecurangan.

“Dikarantina dulu untuk dikosongkan datanya,” ucapnya.

Di sisi lain, Totok tetap berupaya lain. Dengan meminjam komputer milik SMA/ SMK se-Bantul. Juga, komputer milik Dinas Komunikasi dan Informatika. Satu lagi yang menjadi perhatian Disdikpora. Menurut Totok, pelaksanaan UNBK butuh dukungan server yang memadai.

Disdikpora masih mengecek kesiapan server di sebagian besar sekolahan. Menurutnya, dari 111 SMP baru dua di antaranya yang dinyatakan siap. Yakni, SMPN 1 Bantul dan SMPN 2 Bantul.

Kepala SMPN 1 Bantul Yasmuri membenarkan ketersediaan perangkat komputer menjadi problem. Meski dinyatakan siap, bukan berarti sarana komputer di sekolah yang terletak di Jalan R.A Kartini memadai. Menurut Yasmuri, lembaga yang dipimpinnya hanya memiliki 60 unit komputer. Padahal, untuk UNBK yang bakal diikuti 300 siswa dibutuhkan paling sedikit 160 unit komputer. “Sudah kami data. Sepakat nanti meminjam laptop siswa,” katanya. (zam/yog/mar)