RADARJOGJA.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono menegaskan, peran guru tidak hanya berdiri di kelas. Artinya, sebagai tenaga pendidik memiliki peran aktif mendidik siswa. Tidak hanya kemampuan intelektual, tapi juga afektif dan keterampilan kreatif.

Salah satu tujuan pendidikan adalah membangun karakter siswa. Peran ini, menurutnya, tidak hanya menjadi kewajiban guru wali kelas semata. Keterlibatan secara menyeluruh elemen sekolah dalam mendidik siswa adalah mutlak.

“Sekolah itu tidak hanya wali kelas, mulai dari wakasek kesiswaan, guru bimbingan konseling dan tenaga sekolah lainnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, selama ini pihaknya turut menggandeng instansi lain. Dalam hal ini keterlibatan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dan Polres Sleman. Wujudnya dalam ikrar Pelajar Sleman Cinta Damai Anti Narkoba dan Kekerasan.

BACA:Lawan Kekerasan, Siswa Bergandengan Tangan Sepanjang 7 Km

Komitmen juga ditempuh melalui keterlibatan OSIS. Bahkan komunikasi telah terjalin antar OSIS se-Kabupaten Sleman. Tujuannya membuka komunikasi antarpelajar beda sekolah. Sehingga mampu meminimalkan terjadinya aksi kekerasan.

“Ada juga pertukaran pembina upacara antar kepala sekolah. Mengajak pula 15 hingga 20 siswa untuk upacara di sekolah berbeda. Selama ini masalah terjadi karena kurangnya komunikasi dan interaksi antarsekolah,” ujarnya.

Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria siap mendukung antikekerasan pelajar. Ketegasan juga ditempuh dengan adanya sanksi hukum. Bahkan dia berjanji menerapkan proses peradilan yang adil pada anak.

“Kasus yang melibatkan anak tetap dikawal sampai proses peradilan. Karena saat ini, arahnya bukan lagi kenakalan remaja tapi sudah kriminalitas,” tegasnya. (dwi/ila/ong)