RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO– Panitia Pengawas Pemilu (Pamwaslu) Kulonprogo mengajak pemilih pemula aktif dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2017. Tak hanya menggunakan hak suara, tetapi juga ikut melakukan pengawasan terhadap bentuk-bentuk pelanggaran.

Tercatat 332.211 calon pemilih ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebanyak 15.000 di antaranya merupakan pemilih pemula. Tahapan Pilbub Kulonprogo 2017, yakni kampanye terbuka dan tertutup akan berlangsung hingga masa tenang. Kampanye tersebut memiliki potensi pelanggaran.

“Kaum muda diharapkan ikut mengawasi semua tahapan Pemilu. Khususnya saat pemungutan suara,” ujar Ketua Panwas Kulonprogo Tamyus Rochman usai Sosialisasi Pilbup kepada pemilih muda di Gedung Kaca, Selasa (10/1).

Temuan pelanggaran bisa dilaporkan kepada panitia pengawas terdekat. Peran pemuda penting, karena pengawas lapangan juga banyak yang masih baru. Apalagi para dukuh (kepala dusun) masih ada yang kurang memahami peraturan pemilu.

Kerap ditemukan kegiatan di desa atau pedukuhan menghadirkan pasangan calon (paslon) yang akan ikut pilbup. Ada paslon yang menggelar kampanye di rumah dukuh.

“Hal ini jelas tidak diizinkan secara regulasi. Karena dukuh termasuk aparatur sipil negara (ASN),” kata Tamyus.

Komisioner KPU Kulonprogo Panggih Widodo mengatakan kaum muda diharap berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini. Baik dengan menjadi pemilih, anggota penyelenggara pemungutan suara, dan peserta pemilihan. Meski banyak pemuda yang aktif dalam organisasi kepemudaan, masih minim di antaranya yang mau aktif dalam proses pilbup.

“Kami ingin mereka tidak hanya memberikan suara. Tapi juga mengajak masyarakat aktif untuk berperan dalam pilbup. Mulai pengawasan, pemantauan DPT, hingga memberi suara saat pencoblosan,” kata Panggih. (tom/iwa/mar)