RADARJOGJA.CO.ID – Pohon ayoman jalan di jalan protokol Kota Purworejo banyak yang berusia lebih dari seratus tahun. Menghindari terjadinya pohon tumbang sewaktu-waktu, secara rutin Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo melakukan pemeriksaan.

“Sebagian besar adalah Pohon Asam Jawa. Usianya sudah sangat tua. Kondisinya ya macam-macam,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Purworejo, Mulyono.

Berbagai sebab menjadikan pohon rawan tumbang dan membahayakan pengguna jalan. Diantaranya, secara fisik terlihat kokoh, ada pohon yang bagian dalamnya berlubang dan keropos.

“Banyak yang kita tidak menyadari jika sebenarnya pohon asamnya sudah rapuh. Karena terbalut kulit luar saja, sehingga tampak tidak bermasalah,” tuturnya.

Hal lainnya adalah banyaknya logam ataupun batu dalam pohon. Tersimpan dalam pohon puluhan tahun, keberadaannya sangat menggangu saat ditebang.

“Kadang karena tindakan manusia juga menjadi pemicu kerusakan pohon. Misalnya saja memaku atau menalikan sesuatu menggunakan kawat. Lama kelamaan ini akan tertanam di dalam pohon,” katanya.

Meningkatkan kewaspadaan antisipasi pohon tumbang, pihaknya mewajibkan setiap mandor kebersihan melakukan pengecekan pohon yang berada di bawah tanggung jawabnya. Mandor diminta tidak sekedar melihat namun memeriksa kondisi di sekeliling pohon.

Dari laporan mandor, akan ditindaklanjuti dan dilakukan pengecekan sebelum diputuskan harus dilakukan penebangan atau belum. Proses penebangan sendiri membutuhkan waktu persetujuan dari bupati dan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Dananya memang besar, ada pohon yang butuh lebih dari satu rantai gergaji untuk menebangkan karena berbagai sebab, salah satunya jika terkena logam dan putus,” katanya.

Tercatat sepanjang tahun 2016, pihaknya telah menebang sedikitnya ada 25 pohon ayoman yang ditebang dalam dua kali kegiatan. Penebangan pertama dilakukan pada bulan April 2016 lalu sebanyak 14 pohon dan penebangan kedua sebanyak 11 pohon di bulan Desember kemarin.

“Jumlah itu diluar pohon yang tumbang dengan sendirinya seperti di Tugu Pahlawan dan beberapa tempat lain,” tandas Mulyono. (udi/dem)