Listrik Padam 24 Jam di Kawasan Perkantoran

RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Proses evakuasi pohon-pohon tumbang yang disapu angin selama dua hari berturut-turut lalu memakan korban.

Salah seorang pegawai harian lepas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Supriyadi, 38, harus dirawat di rumah sakit setelah kaki kirinya terkena gergaji saat memotong batang pohon di halaman rumah dinas wakil bupati Sleman kemarin (10/1).

Rekan korban, Adib, mengungkapkan, Supriyadi kehilangan kendali saat memegang gergaji mesin. Awalnya, alat ini diposisikan menyilang memotong batang pohon yang melintang. Saat batang sudah terpotong gergaji mesin turun dan mengenai kaki Supriyadi.

“Mungkin juga faktor kelelahan karena beberapa hari ini tim melakukan penanganan bencana. Langsung lakukan penanganan medis diantar ke RSUD Sleman,” ujar Adib.

Bupati Sleman Sri Purnomo yang kebetulan berada di RSUD Sleman sempat mampir ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), dimana Supryadi dirawat. Saat itu, Supriyadi sedang mendapatkan tindakan penanganan. Terlihat beberapa dokter menjahit luka menganga dikaki kirinya.

“Biaya pengobatan ditanggung Pemkab Sleman. Ini juga berlaku bagi semua relawan yang terkena musibah saat bertugas,” katanya.

Dalam kesempatan itu bupati mengimbau para petugas penanggulangan bencana agar selalu berhati-hati. Agar niat awal menolong orang lain justru berbalik bencana bagi diri sendiri.

Sementara itu, pohon tumbang menimpa kabel jaringan PLN bertegangan 20 ribu volt di pinggir Embung Sleman berakibat arus listrik di kawasan perkantoran pemerintah di Jalan KRT Pringgodiningratan terputus. Akibatnya, beberapa instansi tak maksimal dalam pelayanan masyarakat sejak Senin (9/1) hingga kemarin sore.

“(Listrik) mati total. Dari kantor pengadilan hingga lingkungan hidup. Jaringan listrik di sekitar seribu rumah warga juga terputus,” ujar Supervisor Teknik PLN Rayon Sleman Adli Fauzi.

Keterlambatan penanganan, menurut Adli, disebabkan PLN tidak bisa bergerak sendiri. Karena keterbatasan alat dan jumlah personel. Jajarannya baru bisa bergerak setelah pohon tumbang dibersihkan.

Perbaikan jaringan memakan waktu beberapa jam. Hingga listrik menyala kemarin sore.”Matinya lebih dari 24 jam. Semoga besok (hari ini) sudah kembali normal,” harapnya.(dwi/yog/ong)