RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Surat suara untuk pencoblosan Pilwali Kota Jogja 2017 yang baru dikirim dari percetakan di Jawa Timur, diketahui dalam kondisi tidak sempurna. Seperti surat suara terdapat noda tinta yang lokasinya berada di salah satu kotak pasangan calon (paslon) pilwali nanti.

Temuan kerusakan surat suara itu diketahui saat proses penyortiran dan pelipatan surat suara di gudang KPU Kota Jogja, Jalan Imogiri Timur, Jogja, kemarin (10/1). Cacat noda tinta hitam juga ditemukan di bagian belakang surat suara. Selain itu ada temuan bercak warna putih pada cetakan warna merah di surat suara.

Menurut Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto, surat suara yang terdapat noda tinta berbentuk titik itu akan ditarik dan dimusnahkan. “Berbagai kerusakan, termasuk noda tinta atau berlubang bisa dianggap mengarahkan ke paslon tertentu, maka akan kami tarik dan musnahkan,” jelasnya.

Temuan kerusakan surat suara yang ditemukan kemarin memang baru berupa noda tinta. Belum ditemukan adanya surat suara yang berlubang atau terdapat ‘mata ikan’. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa kualitas surat suara yang digunakan dalam kondisi yang baik. “Kami ingin memastikan agar seluruh surat suara dalam kondisi baik saat digunakan pada hari H pemungutan suara,” katanya.

Surat suara yang dicetak sebanyak 306.849 lembar, sesuai data daftar pemilih tetap (DPT) dan surat cadangan 2,5 persen dari jumlah DPT tiap tempat pemungutan suara (TPS). Selain itu juga ada 2.000 surat surat untuk mengantisipasi pemilihan ulang.

Dalam sortir dan pelipatan surat suara kemarin melibatkan 42 warga yang direkrut tiga orang tiap kecamatan. Setiap pelipatan surat suara warga diberi upah Rp 75 per lembar. Proses pelipatan surat suara ditargetkan selesai selama 4 hari yakni 14 Januari 2017.

Dikatakan, dalam surat suara memiliki pengaman mikroteks untuk menjaga keasliannya. “Untuk proses sortir dan pelipatan hingga pencoblosan nanti juga akan dijaga Polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Panitia Pengawas (Panwas) Kota Jogja juga sudah memetakan TPS yang rawan. Anggota Panwas Kota Jogja Bidang Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Iwan Ferdian mengatakan, dari pemetaan di 794 TPS di Kota Jogja, berdasarkan analisis lapangan dan kejadian atau kerawanan yang pernah terjadi pada pemilu atau pilkada sebelumnya.

Terdapat beberapa TPS yang rawan dari aspek akurasi daftar pemilih dan penggunaan hak pilih, ketersediaan logistik, pembagian uang, keterlibatan penyelenggara negara, kepatuhan prosedur pemungutan dan penghitungan suara, serta rawan konflik. “Kami akan lakukan pencegahan dengan sosialisasi, imbauan dan memberikan perhatian khusus pada TPS yang rawan,” ujarnya. (pra/laz/ong)