RADARJOGJA.CO.ID – Ruas Jalan Piyungan-Patuk ke depan bukan lagi satu-satunya akses jalan dari Jogja menuju Wonosari atau sebaliknya. Pemprov DIJ telah menyiapkan alternatif jalan baru. Terutama bagi pengendara kendaraan bermotor dari arah utara atau Prambanan.

“Kami siapkan pembangunan Jembatan Lemah Abang yang menghubungkan perbatasan Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Gunungkidul,” ucap Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan ESDM DIJ Bambang Sugaib saat rapat kerja dengan Komisi C DPRD DIJ, Rabu 10/1).

Bambang menjelaskan, Jembatan Lemah Abang terletak di Dusun Lemah Abang, Gayamharjo, Prambanan, Sleman dan Dusun Gembyong, Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul. Untuk pembebasan lahan telah diselesaikan Pemkab Sleman dan Gunungkidul pada 2015 silam. Panjang jalan menuju lokasi jembatan sejauh tiga kilometer. Dengan rincian jalan pendekat Gayamharjo-Lemah Abang sepanjang satu kilometer dan jalan pendekat Lemah Abang-Ngoro-Oro sejauh dua kilometer.

Bentang Jembatan Lemah Abang mencapai 90 meter dan lebar 9 meter. Lebar aspal yang semula hanya tiga meteran berubah menjadi tujuh meter.

Saat ini proses lelang jembatan tersebut tengah berlangsung. Untuk pengerjaan jembatan memakan waktu 285 hari. Diperkirakan pembangunan selesai awal Desember 2017 ini. Pagu anggarannya sebesar Rp 61, 3 miliar. “Sumber anggarannya dari dana keistimewaan DIJ,” terang Bambang.

Lebih jauh dikatakan, ada banyak manfaat dengan terbangunannya jalan dan jembatan Lemah Abang itu. Selain mengurai kemacetan Jogja-Wonosari, menjadi penghubung kawasan wisata Sleman dengan Gunungkidul.

Yakni Candi Prambanan-Candi Boko-Tebing Breksi-Candi Ijo-Candi Barong, Sleman dengan kawasan Gunung Api Purba-Embung Nglanggeran-Ngalang, Gunungkidul.

“Nanti keluarnya di daerah Sambipitu, Patuk, Gunungkidul,” ucapnya.

Bila diteruskan ke arah timur melalui Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul kemudian Jembatan Nguwot-Lanud Gading-kawasan kars, dan pantai selatan.

Rapat kerja Komisi C dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi. Saat ini di calon lokasi pembangunan, masih berdiri jembatan gantung yang lantai dasarnya dari kayu.

Kondisi jembatan gantung itu telah berumur. Sebagian kayu terlihat keropos. Lantai jembatan juga banyak yang bolong-bolong. Jembatan hanya layak dilalui pejalan kaki.

Ketua Komisi C DPRD DIJ Sutata didampingi beberapa anggota komisi mencermati berbagai sisi jembatan. Menurut Sutata, pembangunan Jembatan Lemah Abang menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakkan.

“Masyarakat telah lama menanti pembangunan jalan dan jembatan secara permanen. Banyak manfaat diperoleh masyarakat bila infrastruktur ini selesai dibangun,” kata Sutata.

Dengan adanya jembatan itu, akses jalan dari Patuk ke Prambanan menjadi lebih cepat. Pengguna jalan tidak perlu memutar ke Piyungan. “Jembatan ini juga akan mendorong percepatan roda perekonomian masyarakat,” ucap politikus yang tinggal di Mbansari, Wonosari, Gunungkidul ini. (kus/eri)