RADARJOGJA.CO.ID – Kompetisi Divisi Utama bakal menjadi kawah candradimuko persebakbolaan nasional. Ini, jika pembatasan usia pemain benar-benar dilakukan. Kebijakan tersebut bakal menguntungkan tim-tim yang concern usia muda. Salah satunya PSIM.

Laskar Mataram-julukan PSIM jogja memiliki skuad yang mayoritas berusia di bawah 25 tahun sesuai regulasi PSSI yang baru. Bahkan jika melihat daftar skuad musim lalu, hanya penjaga gawang Oni Kurniawan (35), Johan Arga (27) dan Engkus Kuswaha (29) yang usianya melebihi 25 tahun.

Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru mengatakan, musim lalu PSIM menjadi tim dengan rerata usia pemain paling muda di semua kontestan ISC-B yaitu 22, 41 tahun. Karena itu dengan aturan pembatasan usia tersebut menjadi hal yang positif bagi timnya. “Regulasi yang secara tidak langsung menguntungkan kami. Karena pemain-pemain kami semuanya muda usia,” ujarnya kepada Radar Jogja, Selasa (10/1).

Sehingga, mayoritas pilar yang akan dipertahankan tentunya akan banyak berusia di bawah 35 tahun. Kalaupun nantinya ada penambahan pemain PSSI masih memberikan keleluasaan untuk menggunakan 5 pemain yang berusia lebih dari 25 tahun.

Sekretaris Umum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa mengatakan, sejak beberapa musim terakhir PSIM memang konsen pada pembinaan pemain usia muda. Hal itu bisa dilihat dari rata-rata usia pemain PSIM tiga musim terakhir yang di bawah 25 tahun. “Di tim kami sejak beberapa musim sudah terbiasa dengan pemain muda. Jadi tidak masalah format seperti itu dipakai lagi di Divisi Utama dan kami malah lebih siap. Sebab mayoritas pemain muda kami telah mendapat pengalaman di ISC-B lalu,” tuturnya.

Sebelumnya saat awal ISC-B, banyak yang pesimistis PSIM Jogja bisa melaju jauh di kompetisi tidak resmi tersebut. Sebab saat itu, skuad PSIM didominasi pemain pra-PON DIJ yang babak belur di babak penyisihan pra-PON di Stadion Arcamanik, Gedebage, Bandung.

Sunni Hizbullah dkk bahkan tidak lolos ke PON Jabar karena kalah bersaing dari tim DKI Jakarta, Banten, Jateng, dan Jatim. Nama terakhir yang akhirnya lolos ke putaran final di PON Jabar. Namun berkat polesan pelatih Erwan Hendarwanto, PSIM melaju sampai 16 besar ISC-B dan hampir saja lolos delapan besar. (riz/din)