RADARJOGJA.CO.ID – Seorang warga negara asing (WNA) terpaksa diturunkan dari pesawat sebelum lepas landas karena berbuat gaduh di Bandara Adisutjipto, kemarin (10/11). WNA yang berulah di dalam pesawat Airasia QZ 685 bernama Demis Pierre Bdivieso Savv.

Dari informasi yang dihimpun, WNA itu hendak pulang ke negara asalnya Bolivia menggunakan penerbangan Airasia QZ 685 rute Jogjakarta-Singapura. Saat di dalam pesawat, Demmis berbicara dengan nada melantur layaknya orang mabuk kepada penumpang lain.

Akibatnya penumpang yang berada di sekitarnya resah dan takut. Kemudian, penumpang melaporkan kejadian itu ke kru pesawat. Selang beberapa saat, sejumlah petugas bandara datang menanyai Demmis.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh kru dan petugas, ada indikasi perilaku yang tidak normal. Kemudian, penerbangan WNA tersebut dibatalkan dan yang bersangkutan dibawa ke kantor pemeriksaan pelabuhan (KKP) Bandara Adisutipto.

“Memang kami sudah mendapatkan laporan ketidakberesan sejak dari check in II, namun tetap kami layani dengan baik. Ternyata di dalam ada komplain dari penumpang,” jelas Station Manager Airasia Jogjakarta Wahyu kemarin.

Setelah dilakukan pengecekan di KKP tidak ada indikasi yang bersangkutan menggunakan narkoba. Bahkan, pihak dokter tidak menemukan indikasi pengaruh alkohol. Diduga, perilaku yang meresahkan penumpang lain oleh WNA ini dilatarbelakangi gangguan kesehatan kejiwaan.

“Kami akan menunggu kondisi yang bersangkutan tenang dulu. Akan kami diskusikan untuk penerbangan selanjutnya,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan WNA dari pesawat sudah memenuhi prosedur. Apalagi, perilakunya mengganggu kenyamanan penumpang lain. “Kami menghindari potensi-potensi gangguan selama penerbangan,” jelasnya.

Humas Bandara Adisutjipto Liza Anindya menuturkan, pihak bandara sudah melakukan pengecekan terhadap kelengkapan dokumen WNA tersebut. “Dari hasil pengecekan dokumen tidak ada persoalan,” jelasnya.

Dia menyebut langkah maskapai mengambil tindakan penurunan itu sudah tepat. Sebab dalam penerbangan, terdapat aturan yang wajib dipatuhi oleh setiap penumpang. “Pihak keamanan berhak menurunkan penumpang yang dicurigai dapat mengganggu keselamatan di dalam pesawat. Apalagi sampai berbuat gaduh,” tandasnya. (bhn/eri)