RADARJOGJA.CO.ID –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengingatkan adanya ancaman angin kencang. Lembaga ini juga serius dengan warning yang dikeluarkan. Alasannya, selama ini kejadian rumah rusak didominasi akibat pohon tumbang karena tiupan angin.

“Ancaman tentu saja ada. Di Desa Banyusuco, Kecamatan Playen, satu rumah rusak akibat pohon tumbang. Karena tidak kuat menahan angin,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo, Selasa (10/1).

Budhi menjelaskan, fenomena angin kencang menjadi perhatian serius. Selama 2016, BPBD banyak menangani kasus tersebut. Karena itu, BPBD selalu mengimbau pada masyarakat, agar peka terhadap lingkungan.

“Jika mengetahui ada pohon besar, sebaiknya dipangkas. Ini untuk meminimalisir kemungkinan terburuk,” tegasnya.

Saat musim hujan seperti ini, lanjut Budhi, dibutuhkan kehati-hatian. Mulai dari berbagai macam penyakit hingga alam yang tidak bersahabat. Berkaitan dengan alam, antara lain, hujan petir, tanah longsor, angin ribut, serta angin puting beliung.”Angin puting beliung datang secara tiba tiba dan anginya sangat kencang,” katanya.

Di antara tanda-tanda datangnya angin puting beliung, udara terasa panas dan tidak nyaman di badan dan hujan belum turun. Gumpalan awan juga menjadi pertanda terbentuknya angin puting beliung. Dalam situasi seperti itu, Budhi meminta masyarakat lebih berhati-hati.

“Pada petugas di lapangan, kami minta memberikan sosialisasi terkait ancaman angin kencang. Upaya awal meminimalisir dampak buruk angin kencang dengan memangkas ranting pohon,” imbuhnya.(gun/hes)