Tempuh Dua Jam dari Pandak, Bantul ke MAN 1 Jogja

Demi mencari ilmu, perjalanan jauh rela ditempuh Okti Sulistiani Sari,16, dengan sepeda kayuh. Waktu 90 menit dia habiskan setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah. Ini kisahnya.

Rizal SN, Jogja

Setiap pagi pukul 06.00, Okti sudah siap dengan sepeda kayuh warna merah berkelir putih. Dari rumah neneknya di Dusun Jaten, Sendangadi, Mlati Sleman dia bersepeda sampai ke sekolahnya di MAN 1 Jogjakarta di Jalan C. Simanjuntak Kota Jogja. Jarak 10 kilometer itu ditempuh selama 45 menit. Jarak dan waktu yang kurang lebih sama juga dilalui saat pulang. Namun, mungkin lebih lama karena Medan sedikit menanjak.

Perjalanan itu 15 kilometer lebih singkat dibanding jika dia harus tinggal di rumah orang tuanya di Karanggede, Gilangharjo, Pandak Bantul. Bisa-bisa dua jam dia harus habiskan hanya untuk sekali perjalanan. “Pernah sekali berangkat dari rumah jam 05.00 pagi. Untungnya sampai sekolah tidak terlambat. Tapi setelah itu saya tinggal di pondok,” ujar siswi kelas X IPS 2 itu kepada Radar Jogja, kemarin (10/1).

Berangkat sekolah dengan menaiki sepeda memang telah dilakoni Okti sejak menempuh sekolah di MTsN Bantul Kota. Saat itu, waktu satu jam juga dihabiskannya dengan bersepeda dari rumahnya ke sekolah. Pun, saat ini ketika anak pertama dari dua bersaudara itu memilih melanjutkan sekolah di Kota Jogja. “Sebenarnya orang tua awalnya tidak setuju karena jauh. Apalagi orang tua juga tidak ada biaya. Tapi karena di madrasah akhirnya dibolehkan,” ungkapnya.

Terlebih, jika terus bersekolah di Bantul, menurutnya akan kembali bertemu dengan teman-temannya selama di MTsN Bantul Kota. Karena itu untuk menambah pengalaman ia mencoba keluar dari Bantul. Selain itu, sekolah di Kota Jogja juga sedikit lebih baik dibanding di daerah. “Saya sempat mendaftar di MAN 3 dan MAN 1 Jogja. Tapi akhirnya lebih mantap di sini,” imbuhnya.