RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Ribuanaparatur sipil negara (ASN) dan 45 anggota DPRD Bantul akhirnya bisa bernafas lega.Meski terlambat, gaji Januari 2017 yang ditunggu-tunggu pun terbayarkan.

Seharusnya mereka menerima gaji per tanggal 1 setiap bulannya. Namun karena 1 Januari tepat hari Minggu, kemungkinan pembayaran gaji pada Senin (2/1). Tapi hal itu urung terjadi. Sekretaris Daerah Riyantono sempat memprediksi pencairan gaji paling lambat Kamis (5/1). Namun, perkiraan itu ternyata meleset. Gaji bulan ini baru cair Senin (9/1).

“Sudah ditransfer ke rekening masing-masing (pegawai) dari Bank BPD,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sri Edi Astuti, Selasa (10/1).

Disebutkan, total anggaran yang digelontorkan pemkab untuk membayar gaji Januari sekitar Rp 40 miliar. Itu untuk 8.932 ASN dan 45 anggota dewan.

Bekas kepala Dinas Perizinan itu memastikan keterlambatan pencairan gaji bukan karena kondisi keuangan daerah. Melainkan dampak penataan organisasi perangkat daerah (OPD) baru. Sebab, tidak sedikit staf dinas teknis yang mengalami pergeseran. Begitu pula dengan bendahara gaji masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Faktor datanya yang belum komplit,” paparnya.

Kondisi ini pula yang menyebabkan pencairan gaji ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) paling telat dibanding SKPD lain. Gaji ASN di lingkungan sekretariat Disdikpora baru dibayarkan kemarin siang. “Tapi untuk guru dan pegawai unit pelayanan teknis (pendidikan) sudah semua. Senin lalu,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Disdikpora Bantul Totok Sudarto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penyesuaian data seluruh ASN di lingkungan sekretariat Disdikpora memakan waktu lama. Alasannya, Disdikpora merupakan penggabungan tiga SKPD. Yakni, Dinas Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal, serta Kantor Pemuda dan Olahraga. “Teman-teman sudah mengupayakan hari ini (kemarin) harus sudah cair,” katanya.

Terkait dampak keterlambatan pencairan, bekas Kepala Dinas Pendidikan Dasar ini hanya berkelakar. “Suarane lak yo bedo to,” ucap Totok ketika dihubungi melalui sambungan telepon. (zam/yog/mar)