RADARJOGJA.CO.ID – Masalahsebaran uang uang rupiah lama yang dipalsukan, dari data tiga tahun terakhir trennya memang menunjukkan peningkatan. Pada 2014 ada 1.974 lembar, pada 2015 meningkat jadi 3.039 lembar, sedangkan pada 2016 kembali naik menjadi 3.766 lembar. Meningkatnya peredaran uang palsu karena ada temuan-temuan dalam jumlah yang cukup besar, dan yang paling banyak dipalsukan yakni uang pecahan Rp 100 ribu.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui saluran penukaran uang ke daerah-daerah maupun perbankan,” ujarnya.

Kasir II/Asisten Manajer Unit Operasional Kas Kantor Perwakilan BI DIJ Rudianto mengatakan, penyebaran uang baru berdasarkan catatan hingga Jumat (5/1) tercatat sudah ada Rp 20 miliar lebih yang beredar. Dengan pecahan komposisi terbesar yakni pecahan Rp 50 ribu yakni sebanyak Rp 8 miliar lebih, disusul pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 5 miliar, sedangkan pecahan Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu sudah lebih dari Rp 2 miliar.

“Kalau kemarin-kemarin uang pecahan seribu sempat sulit ditemui di peredaran, namun kali ini sudah lebih aman karena penyebaran pecahan seribu sudah cukup banyak, sampai kemarin sudah sampai Rp 200 juta lebih,” ujarnya. (dya/ila/ong)