RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Langkah tegas Kepala Desa (Kades) Umbulharjo, Cangkringan, Sleman Suyatmi menghadapi penambang liar di wilayahnya patut diacungi jempol.

Sebagai kades baru, Suyatmi tak pandang bulu. Saat inspeksi ke area tambang illegal perempuan berhijab itu menyita sedikitnya lima kunci back hoe yang digunakan untuk menggali material pasir dan banthak. Suyatmi mengaku sempat dibohongi operator back hoe.

“Saat di Plosokerep saya minta kunci ke penambang, ternyata dikasih kunci duplikat. Tadi (kemarin) saya cek ternyataback hoe-nya masih beroperasi. Saya ambil lagi kuncinya,” tegasnya kemarin (9/1).

Sejak dilantik pada September 2015, Suyatmi mengaku geram atas aktivitas penambangan illegal yang kian meresahkan warga. Sebab, kawasan yang ditambang merupakan wilayah konservasi dan resapan air. Bahkan, tak sedikit tanah pekarangan warga digali dan hanya diambil pasirnya, lalu ditinggalkan begitu saja tanpa reklamasi. “Sudah saya beri peringatan berkali-kali tapi tetap diulangi. Meski tak punya izin tetap nekat beroperasi, karena itu kami inisiatif inspeksi,” ungkap Suyatmi kemarin (9/1).

Dikatakan, back hoe yang disita kuncinya merupakan alat yang digunakan menggali pasir di Dusun Plosokerep dan Gondang. Penyitaan kunci dilakukan di hari yang berbeda. Minggu (8/1) dan Senin (9/1). Selama dua hari itu dia juga mendapati sedikitnya 55 truk pengangkut pasir.

Keberanian Suyatmi tak lepas atas dukungan perangkat desa dan warga setempat.

Kendati demikian, Suyatmi mendesak Pemprov DIJ bersikap tegas. Sebab, penindakan penambangan seharusnya menjadi kewenangan pemprov. Suyatmi khawatir, jika penambangan liar tak dihentikan warganyalah yang menjadi korban. Karena itu Suyatmi menegaskan tetap terus akan memerangi penambangan liar di wilayahnya. Demi menjaga kelestarian alam lereng Gunung Merapi.

Menurutnya, penambang mengiming-imingi warga pemilik lahan dengan uang sekitar Rp 300 ribu per meter persegi. “Dan selama ini mereka mengklaim punya beking pejabat. Tidak menyebut nama. Kalau memang benar saya siap bertemu untuk menjelaskan kerusakan dari penambangan liar,” tegasnya.

Penyitaan kunci back hoe oleh Suyatmi pun berbuntut. Para penambang cukup bernyali datang ke Balai Desa Umbulharjo. Salah seorang penambang yang mengaku bernama Tohar mengelak saat dikonfirmasi terkait penambangan. “Ngopo wartawan liputan neng kene? Ora ono penambangan,” gertaknya diikuti langkah ketiga pria tegap di belakangnya. (dwi/yog/ong)