RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Pemandangan kurang sedap tersaji di depan Kantor Kecamatan Depok selama sebulan terakhir ini.

Tumpukan sampah dan bahan uruk terlihat di seberang kantor yang terletak di Jalan Ring Road Utara, Condongcatur. Tiga spanduk larangan seakan tidak membuat takut para pembuang sampah.

Camat Depok Budiharjo menyayangkan kondisi ini. Meski berada di seberang jalan, kondisi itu tetap merusak pemandangan. Ironisnya, tumpukan sampah terpantau terus menumpuk di bekas bangunan kafe susu kambing etawa ini.

“Tanah itu milik Pemerintah Desa Condongcatur. Statusnya adalah tanah kas desa. Fungsinya bukan sebagai tempat untuk buang sampah. Tapi dimanfaatkan oleh warga untuk membuang sampah dan uruk tanah,” paparnya kemarin (9/1).

Bekas camat Gamping dan Pakem itu telah memperingatkan Pemdes Pemdes Condongcatur terkait masalah itu. Budiharjo menyarankan agar lokasi tersebut ditutup dengan seng. Supaya warga yang lewat tidak seenaknya membuang sampah di area itu.

“Sudah kami surati. Sekarang tinggal menunggu respons dari Pemdes Condongcatur,” katanya.

Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji mengklaim terus melakukan pengawasan di lokasi tersebut. Namun, hingga kemarin dia belum mengetahui siapa saja pembuang sampah di lokasi itu. Dirinya memprediksi, sampah dibuang saat tengah hari. “Kami lakukan patrol. Tapi belum terdeteksi siapa yang suka buang sampah. Kalau tanah uruk saya yakin pemborong yang membuangnya,” katanya.

Dikatakan, maraknya pembangunan permukiman dan bangunan komersil di wilayahnya, para pemborong kesulitan mencari tempat pembuangan limbah bangunan.

Soal anjuran memagari area pembuangan sampah dengan seng ditanggapinya dingin. Menurutnya, langkah itu tak akan efektif. Apalagi, dana membeli pagar seng tidak murah. Terlebih, kawasan tanah kosong itu seluas 9 ribu meter persegi.(dwi/yog/ong)