RADARJOGJA.CO.ID-Dua kepala daerah di Jawa Tengah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yakni Bupati Klaten dan Kebumen. Mereka disangka terlibat kasus korupsi yang berkaitan dengan jalannya roda pemerintahan.

“Kejadian OTT (operasi tangkap tangan) di dua tempat, menurut saya, kita malulah,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mengumpulkan pimpinan kepala daerah se Jateng di Magelang.

Menurutnya, agar para kepala daerah tidak terkait kasus korupsi, ada beberapa titik penting yang harus diperbaiki. Diantaranya terkait sistem manajemen internal dan butuh keberanian dari seorang pemimpin. Keberanian tersebut bukan sekadar berani nekat. Namun juga berani memberikan contoh.

“Dari masukan-masukannya akhirnya bagus. Ternyata pilihannya seperti tobat, tapi tobatnya tidak cukup dengan keputusan ini. Harus melibatkan DPRD, penegak hukum sehingga semuanya bisa berjalan dengan fair,” tuturnya.

Pria beruban ini berharap, jika menemukan adanya jual beli dalam pemerintah untuk dilaporkan saja. Bahkan, untuk saat ini diperlukan adanya whistleblower system. Ia juga memperingatkan bahwa, sudah banyak daerah yang diintip kasusnya.

“Saya dorong agar mereka bisa memperbaiki ini semua. Dicontoni dari bupati wali kota keputusannya,” pintanya.

Pada kesempatan itu, kepala daerah yang hadir diantaranya Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Bupati Magelang Zaenal Arifin, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Bupati Semarang Mundjirin dan lainnya. Selain dihadiri pimpinan daerah se-Jateng, hadir pula Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemprov Jateng. Selama berlangsung acara tertutup bagi media.

“Pertemuan dilangsungkan pada bulan ini, karena para kepala daerah belum sibuk menggunakan anggaran,” ungkap Ganjar.(ady/dem)