RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Dua pelaku penembakan mengunakan airgun terhadap tiga orang pemuda di Simpang Empat Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman (18/12) akhirnya dibekuk jajaran Unit Opsnal Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIJ.

Mereka adalah Dwi Septiyanto Nugroho (DSN),20, dan Ramadan Tahara Nugraha,21.

Kasubdit 1 Ditreskrimum AKBP Pipit Subiyanto menjelaskan, keduanya dibekuk di kediaman masing-masing. Dwi diringkus di kawasan Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja. Sedangkan Ramadan dicokok di Kasihan, Bantul. “Keduanya kami tangkap Kamis (5/1),” katanya kemarin (9/1).

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti airgun dan puluhan peluru gotri, sepeda motor, dan kaos yang digunakan pelaku saat melakukan aksi koboi.

Para tersangka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena dianggap telah menyalahgunakan senjata yang seharusnya digunakan untuk olahraga. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.”Yang membonceng turut serta dimasukkan dalam satu berkas,” lanjut Pipit.

Direskrimum Kombes Pol Frans Tjahyono menambahkan, aksi pelaku berpangkal dari ketersinggungan. Korban dituding telah menggoda istri Dwi. “Keduanya baru menjemput istri dari DSN. Saat di perjalanan, si istri dibajul oleh korban,” ungkap Frans di Mapolda DIJ kemarin (9/1).

Tersinggung mendengar siulan para korban, Dwi lantas menegur mereka.

Nah, sesampai di Simpang Empat Kentungan, Dwi bersama Ramadan kemudian menghadang korban. Di sinilah keduanya merencakan penembakan.

Begitu melihat motor korban, tersangka mendekati mereka. Dwi membonceng Ramadan. Dwi lantas mengeluarkan airgun dan menembaki para korban secara membabi-buta.”Pelaku sempat mengejar korban hingga Jalan Affandi atau Gejayan,” papar perwira menengah dengan tiga melati di pundak ini.

Setelah lolos dari kejaran pelaku, korban lantas memeriksakan diri ke RS Hardjolukito. Mereka yang menjadi korban yakni, Taufik Hidayat, Langgeng Santosa, dan Renno Andika. Rata-rata mereka mengalami luka memar dan lecet dibagian tubuh.”Hari itu juga korban melaporkan kejaian itu ke polisi,” ucapnya. (bhn/yog/ong)