RADARJOGJA.CO.ID–Masyarakat Kecamatan Bruno, Kecamatan Purworejo melakukan panen perdana cabai jenis baru yang dikembangkan di Desa Tegalsari. Bupati Purworejo Agus Bastian yang memimpin panen perdana memberikan nama untuk varietas baru itu dengan sebutan Cabai Hibro.

“Hibro berasal dari dua kata yaitu high yang berarti berkualitas tinggi dan bro atau Bruno. Sehingga kepajangannya cabai berkualitas tinggi dari wilayah Bruno,” kata bupati.

Menurutnya, keberhasilan petani Bruno mengembangkan cabai varietas baru itu perlu diapresiasi dan bisa dijadikan sebagai identitas Kabupaten Purworejo. Dari hasil pelaksanaan uji coba, cabai itu memang paling sukses yang dikembangkan dibandingkan wilayah yang lain.

“Saya berharap adanya pengembangan ini akan memotivasi petani agar lebih giat lagi. Untuk masalah penjualan nantinya tidak perlu takut, karena penjualannya sudah ditangani langsung oleh pengusaha atau investor,” tuturnya.

Camat Bruno, Wasit Diono mengungkapkan jika di awal ujicobanya petani menanam sedikitnya 5.000 bibit cabai hibro di atas lahan seluas 1.700 meter persegi. Musim panennya relatif lebih cepat karena hanya memakan waktu sekitar 1,5 bulan.

“Kami tengan menyiapkan beberapa hektar lagi lahan untuk perluasan penanaman bibit cabai hibro ini,” ujarnya.

Seorang pembudidaya, Rigen Mustofa mengungkapkan jika cabai hibro termasuk komoditas unggul karena memili kualitas yang luar biasa dimana mampu tumbuh dalam cuaca ekstrim seperti halnya hujan yang tidak menentu. Buah yang dihasilkan juga besar.

“Kalau dibandingkan dengan cabai merah besar bisa empat hingga lima kali lipat besarnya,” tandas Rigen. (udi/dem)