RADARJOGJA.CO.ID–Salah satu tanggul Kali Gebang Besar jebol Sabtu (7/1) malam. Dampaknya, pemukiman milik sekitar 200 kepala keluarga (KK) di Dusun Gebangrejo, Desa Wironatan, Kecamatan Butuh Purworejo tergenang. Ketinggiaan air mencapai 60 sentimeter dan sebagian memasuki rumah warga yang berpondasi rendah.

Luapan terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan di utara Purworejo dan Kebumen. Terdapat dua titik tanggul jebol masing-masing di Desa Tasikmadu Kecamatan Pituruh dan Desa Wironatan, Kecamatan Butuh.

“Tanggul jebol terjadi sekitar pukul 20.30. Yang masuk ke dalam rumah ada yang setinggi lutut orang dewasa,” kata Untung, salah seorang warga Wironatan.

Dikatakan, air baru surut tengah malam setelah debit sungai berkurang. Namun sisa-sisa genangan masih tampak hingga sekarang. Ketinggian air tersisa antara 20-30 sentimeter di halaman rumah warga.

“Kalau sudah muncul genangan seperti ini, biasanya akan surut total sekitar seminggu. Dengan catatan tidak ada hujan lagi,” tuturnya.

Selama ini, lanjut Untung, warga sudah biasa mendapat genangan air dari Kali Gebang Besar. Selain itu, warga juga kerap mendapat air kiriman dari drainase Desa Tersidi Kidul Kecamatan Pituruh. Keberadaan drainase perlu mendapat perhatian karena selama ini tidak mampu menampung air dari pemukiman warga di Tersidi kidul.

“Harapan kami, drainase desa juga diperhatikan sehingga bisa meminimalkan banjir di wilayah kami,” tambahnya.

Terpisah, Plt Kabid Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Sigit Ahmad Basuki mengatakan penanganan tanggul jebol menjadi kewenangan PT Brantas Abipraya yang menjadi pemenang tender normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Wawar-Cokroyasan.

“Sifat kami hanya memberikan asesemen akan adanya tanggul jebol ini. Secara fisik telah menjadi kewenangan perusahaan karena tanggul itu masuk proyek normalisasi,” tandas Sigit. (udi/dem)