RADARJOGJA.CO.ID – Polres Magelang meningkatkan status terduga pelaku teror di Tegalrejo, HF, 45 tahun, warga Dusun Krajan Tegalrejo. Posisi pria yang menaruh tas perempuan berisi kabel dan arang di depan sebuah apotik tersebut telah menjadi tersangka. Saat ini penanganan kasus masih terus dilakukan.

“Statusnya sudah tersangka,” kata Kepala Polres Magelang AKBP Hindarsono.

Sebelumnya, polisi menangkap terduga pelaku di rumahnya pada Rabu (4/1) lalu. Ikut diamankan sejumlah barang bukti yang sama dengan di lokasi kejadian dengan jumlah mencapai 22 item. Diantaranya arang, penggaris, paku, kabel, peralon dan lainnya.

“Diterapkan pasal dalam Undang-undang Darurat dan pasal 335 (KUHP). Kita gunakan pasal tersebut. Tapi tanyakan lagi ke kasres (Kasat Reskrim),” tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Rendi Wicaksana membenarkan pelaku sudah ditetapkan tersangka. Namun, ia belum menyampaikan secara rinci pasal-pasal yang diterapkan untuk menetapkan tersangka. Pesan singkat dan telepon yang ditujukan ke nomor teleponnya tidak direspon.

“Sudah (tersangka),” demikian pesan yang dikirimkan terakhir kali.

Pelaku Teror Bom Sakit Hati, Dicap PKI

Kapolres sempat menjelaskan bahwa pelaku melakukan aksinya seorang diri. Hasil dari pemeriksaan, ia tidak terlibat dengan jaringan teroris skala nasional. Tindakan meletakkan tas yang berisi barang menyerupai bom rakitan itu, karena sakit hati terhadap sesorang di wilayah Tegalrejo.

“Ia merupakan pelaku tunggal dan sudah mengakui perbuataannya. Latar belakangnya karena pelaku sakit hati dengan seseorang,” ungkap kapolres saat gelar perkara pada Kamis (5/1) lalu.