Warga Relakan Sebagian Lahannya Berkurang

Konsep mundur, munggah, madep kali (M3K) benar-benar diterapkan di Kampung Gemblakan Bawah, Suryatmajan, Danurejan, Jogja. Dengan menerapkan konsep tersebut, kampung mereka bahkan menjadi objek wisata, pedestrian Code Gumreget.

HERU PRATOMO, Jogja

DULUNYA rumah-rumah di wilayah Gemblakan Bawah sangat dekat jaraknya dengan bibir sungai. Bahkan kurang dari satu meter. Kemudian, dilakukan penataan lingkungan di sana. Warga pun diminta kerelaannya untuk melepaskan sebagian lahannya.

Menurut Tim Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Adi Al Fajar, jarak rumah dengan bibir sungai kurang dari satu meter. Warga lantas diberi pemahaman terkait program PLPBK dengan konsep M3K.

“Mereka akhirnya mau merelakan sedikit lahannya, supaya bangunan rumah bisa mundur untuk dijadikan jalan,” ujarnya di sela peresmian kawasan pedestarian Code Gumreget, kemarin (8/1).

Adi menuturkan, sekarang jarak pintu rumah dengan sungai sekitar dua hingga empat meter. “Dulu rumah membelakangi, sekarang menghadap sungai,” jelasnya.

Program PLPBK dari Kementerian Pekerjaan Umum di Sungai Code tersebut saat ini memang baru menyelesaikan satu segmen. Kawasan pedestrian Code Gumreget baru sepanjang 250 meter. Tahap selanjutnya ditargetkan bisa menghubungkan bawah Jembatan Jambu hingga Jembatan Kewek sepanjang 400 meter.