RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Malioboro nantinya jadi kawasan semi pedestrian dengan hanya angkutan publik yang bisa melewati ikon Kota Jogja ini. Namun, itu masih jadi rencana jangka panjang di tengah proses revitalisasi yang saat ini memasuki tahap kedua.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIJ Harry Agus Triono mengatakan, kajian lalu lntas Malioboro sudah dimulai sejak tahun 2015. Kajiannya meliputi semua aspek, tidak hanya lalu lintas, tetapi juga tata ruang, budaya dan pariwisata. Kajian melibatkan berbagai instansi terkait seperti pemerintah kota dan Dinas PU & ESDM.

“Oleh karena itu menyangkut semua aspek dan masing-masing punya kajian. Kajian itu yang akan kami cocokkan supaya tidak bertolak belakang, tapi menyatu jadi kesatuan,” ujarnya kemarin (8/1).

Dikatakan, untuk merealisasikan kawasan semi pedestrian, maka masih butuh banyak fasilitas yang dipersiapkan. Salah satunya yang terpenting adalah kantong parkir. Terutama untuk kendaraan roda dua dan empat yang nantinya tidak bisa mengakses ke jalan Malioboro.

Dengan pengadaan lebih banyak kantong parkir, juga akan merealisasikan penggunaan parkir di badan jalan dan sirip-sirip Jalan Malioboro. Sebab, nantinya sirip-airip jalan itu akan difungsikan. Yakni hanya untuk lalu lintas saja, atau untuk lokasi parkir becak dan andong.

“Kendaraan pribadi kami harapkan parkir di luar badan jalan semua. Jadi perlu disiapkan lagi area parkir seperti di Abu Bakar Ali dan Ngabean. Nanti kita juga harus atur arusnya seperti apa, keluar masuknya lewat mana ke kantong-kantong parkir itu,” paparnya.

Selain parkir, juga masih dikaji dampak lain yang akan terjadi jika hanya angkutan umum yang bisa mengakses jalan Malioboro. Karena dampaknya juga akan menyentuh jalan-jalan lain hingga ke Tugu, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Mataram, dan Jalan Bhayangkara.

“Karena kita bicara satu kawasan menyeluruh, jadi tidak bisa sepotong-sepotong. Untuk itu kami masih berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” ujarnya.

Mengenai target, pihaknya tidak bisa menentukan waktu realisasinya kapan. Namun saat proses penataan fisik selesai di 2019, lalu lintasnya juga diharapkan sudah siap.

Kepala Dinas PU & ESDM Rani Sjamsinarsi mengatakan, pihaknya kini tengah fokus merampungkan empat tahap penataan fisik Malioboro yang direncanakan selesai tahun 2019. Tidak hanya pedestrian sisi timur dan barat Malioboro, tapi dari Tugu hingga Alun-Alun Utara.

“Kami menyiapkan sisi timur dan barat dari Tugu sampai alun-alun. Sisi barat nanti beda, ada parkir becak dan andong, tapi tetap diberi vegetasi,” ujarnya. (dya/laz/ong)