RADARJOGJA.CO.ID-Tahun 2017 sudah berjalan hampir 10 hari dan Pemkab Magelang belum mampu menetapkan APBD Tahun Anggaran berjalan. Eksekutif dan legislatif baru mampu menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Harapannya, dengan kesepakatan tersebut, proses penetapan APBD 2017 bisa dilakukan akhir Januari ini.

“Proses pembahasan KUA PPAS memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Dewan harus mencermati secara detail program kerja dan penganggaran yang diajukan Pemkab Magelang, baik secara formil maupun yuridis,” kata Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adi Yanto, usai penandatanganan MOU KUA PPAS di Ruang Badan Anggaran DPRD.

Menurutnya, ada sejumlah catatan penting dalam pembahasan KUA PPAS ini. Diantarnya terkait proyek-proyek besar di Kabupaten Magelang. Mulai dari Pasar Muntilan hingga pembangunan Rumah sakit Umum Daerah (RSUD). Selama proses pembahasan KUA PPAS, badan anggaran menceramati sejumlah kegiatan yang diajukan Pemkab Magelang. Pencermatan ini didasarkan pada aspek kemanfaatan, penganggaran dan yuridis.

“Beberapa pencermatan yang kita berikan seperti terkait Pasar Muntilan dan Pembangunan RSUD,” tuturnya.

Dikatakan, soal pembangunan RSUD baru di Blondo Mungkid, sementara hanya dibangun poliklinik. Hal itu, sambil melakukan penyempurnaan perencanaan.

“Sementara poliklinik sesuai DED yang lama,” ujarnya.

Dijelaskan untuk pembangunan Pasar Muntilan, disepakati anggaran, kembali kepengajuan awal yakni Rp 95 miliar. Tambahan anggaran Rp 15 Miliar yang diajukan sebelumnya, tidak disetujui. Ini lantaran gagalnya lelang amdal lalin.