RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Bupati Bantul Suharsono tak menganggap enteng pol emik penempatan camat baru Pajangan. Guna menelusuri akarpermasalahan, pensiunan perwira menengah Polri ini bakalme ngundang beberapa tokoh ma syarakat Pajangan ke ruang kerjanya sore hari ini.
“Akan saya ajak diskusi di ruangan,” jelas Suharsono, Minggu (8/1).
Suharsono juga berencana mengun dang pimpinan fraksi di DPRD Bantul. Harapannya, agenda pertemuan ini menghasilkan keputusan terbaik.
“Besok dilihat seperti apa hasilnya,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, belasan tokoh masyarakat Pajangan menggeruduk DPRD Bantul, Jum’at (6/1). Mereka mendesak bupati segera mengganti Camat Pajangan Yulius Suharta yang baru sepekan dilantik. Bekas wakil direkturkeuangan RSUD Panembahan Senopati tersebut dianggap tidak mewakili karakteristik masyarakat Pajangan.

“Baru saja kondusif kok malah ditempatkan camat baru di sini,” keluh Mufassir, perwakilanwarga.

Dia menuding pemerintah tak mempertimbangkan sejumlah aspek dalam penempatan camatbaru. Mulai sosiologi masyarakat hingga sejarah. Mufassir bercerita, Kecamatan Pajangan beberapa tahun lalu pernah memiliki camat baru. Tapi, pejabat baru itu langsung diganti sepuluh hariusai pelantikan.
“Karena warga menolak, ” kenangnya. Dari informasi yang beredar, camat baru Pajangan mulai berkantor Selasa (10/1). Kendati begitu, warga siap menggelar unjuk rasa jika bupati tidak segeramenggantinya. Warga juga te lah menyiapkan spanduk berisi penolakan. (zam/yog/mar)