RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Kulonprogomeningkat selama 2016. Namun jumlah korban meninggal menurun. Peningkatantersebut dipicu populasi kendaraan yang makin banyak dan pengendara yang
kurang waspada saat mengemudi.

Kasatlantas Polres Kulonprogo AKP Imam Bukhori mengatakan pada 2016jumlah lakalantas 500 kasus. Korban tewas 51 jiwa, luka berat lima orang, danluka ringan 993 orang. Kerugian materi Rp 113 juta.Pada 2015, lakalantas tercatat 433 kasus, korban meninggal 65 jiwa, luka beratlima orang, dan luka ringan 831 orang. Kerugian materi Rp 115 juta.

“Jumlah kasus lakalantas meningkat.Namun jumlah korban meninggal turun,”kata Imam.

Mayoritas lakalantas melibatkan warga luar Kulonprogo. Mereka kurang waspadasaat berkendara. Kulonprogo termasuk lokasi lelah bagi pengendarasetelah melakukan perjalanan jarak jauh.

“Ruas jalan yang lebar dan lurus bisa melenakan. Pengendara yang lelah berpotensilengah. Terlelap beberapa detik bisa berujung kecelakaan,” kata Imam.

Contoh kasus, kecelakaan antara minibus dan sepeda motor di Temon beberapawaktu lalu. Pengendara motor tewas. Hasil olah TKP, pengemudi minibus hanya beristirahat setengah jam sejak berangkat dari Bandung.

“Sopir terlelap sepersekian detik. Laju kendaraan tidak terkendali dan berujungkecelakaan maut itu,” kata Imam.

Dia prihatin naiknya kasus kecelakaan melibatkan pelajar. Berusia 15-16 tahun dan pasti tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).
“Ini masuk kategori tidak patuh, tidak tertib berlalulintas. Usia belum cukupumur sudah diberi kendaraan. Kami akan menggelar operasi supaya mereka tertib,”
kata Imam.

Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Junaedi mengatakan populasi kendaraan yang banyak mendorong makin tingginya lakalantas.
“Saya imbau masyarakat meningkatkan kepatuhan dan disiplin berlalulintas,” kata Nanang. (tom/iwa/mar)