RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA– Peserta pemilihan wali kota (pilwali) Jogja diimbau menaati Peraturan Wali Kota (Perwal) No. 89 Tahun 2016 tentang Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Penyebaran Bahan Kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja 2017. Perwal tersebut diteken Haryadi Suyuti semasa masih menjabat wali kota pada 21 Oktober 2016.

Perwal mengatur larangan pemasangan alat peraga kampanye di sejumlah tempat. Di antaranya, sepanjang ruas Jalan Urip Soemohardjo, Laksda Adisutjipto, Soedirman, dan Jalan Malioboro.

Juga tempat ibadah, taman makam pahlawan dan gedung milik pemerintah. Kemudian jembatan. Termasuk jembatan kereta api atau penyeberangan, jalan layang, serta terminal bus, dan stasiun.

“Kami minta seluruh peserta atau pasangan calon agar menaati ketentuan tersebut,” ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Surani kemarin (8/1).

Setiap terjadi pelanggaran terhadap perwal tersebut, Panitia Pengawas (Panwas) Pilwali selalu bertindak responsif. Temuan pelanggaran selalu dilaporkan ke pihaknya.

Saat melintas di bawah jembatan kereta api (Jembatan Kewek) di timur Taman Parkir Abubakar Ali, Radar Jogja melihat adanya tempelan stiker salah satu calon di tembok sisi timur dan barat. Terkait dengan itu, Rani sapaan akrabnya, belum mendapatkan laporan dari panwas.

“Sampai kemarin belum ada laporan. Coba nanti kami cek,” jelasnya.

Pegiat Masalah Perkotaan Elanto Wijoyono berharap, ketentuan dalam perwal itu dipatuhi oleh semua pasangan calon. Setahu dia, alat peraga atau bahan kampanye dipasang oleh KPU. Selama lebih dari tiga bulan ini sesungguhnya tidak banyak ditemukan pelanggaran akibat pemasangan sampah reklame. Karena itu, Elanto berharap kondisi tersebut dipertahankan.

“Jangan lagi wajah kota dikotori oleh sampah-sampah reklame pilwali,” pintanya.

Elanto yang pernah bikin heboh saat mencegat rombongan motor gede (moge) pada Agustus 2015 berencana terus melakukan pemantauan. Termasuk adanya pemasangan stiker salah satu pasangan calon di tembok Jembatan Kewek. (kus/yog/ong)