RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Merebaknya berita-berita hoax atau informasi palsu di dunia maya menjadi perhatian publik. Kampanye turn back hoax pun tak hanya di level pusat saja, melainkan sampai ke daerah-daerah. Di Jogjakarta, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) DIJ menggandeng admin-admin media sosial (medsos) dan akun publik lainnya untuk melawan balik berita palsu.

“Tujuannya meredam penyebaran hoax baik di internet maupun gadget melalui aplikasi percakapan. Hal tersebut sebagai bagian dari sosialisasi dan edukasi pada masyarakat agar bijak gunakan medsos,” ungkap Kepala Diskominfo DIJ Rony Primanto, kemarin (8/1).

Dia mengatakan, perlu ada pembelajaran atau media literasi kepada masyarakat bagaimana etika menggunakan medsos. Ada sekitar 30-an admin medsos di Jogja yang tergabung dalam Paijo (Paguyuban Pengelola Akun Publik Jogja) yang bekerja sama dengan Diskominfo untuk menangkal hoax.

“Mereka juga sangat antusias untuk menyebar berita-berita yang benar, meliterasi masyarakat, mendidik supaya masyarakat cerdas dalam menggunakan medsos,” ujarnya.

Pemblokiran atau menutup situs dan akun palsu, lanjutnya, bukan satu-satunya solusi dalam menangkal hoax. Solusi lainnya justru dengan edukasi menggunakan medsos secara bijak.