RADARJOGJA.CO.ID – Kompetisi Divisi Utama tahun ini bakal lebih kompetitif. Ini karena adanya banyak regulasi baru. Salah satunya penggunaan pemain asing. Khusus kasta kedua tersebut, Kongres Tahunan PSSI di Bandung melarang penggunaan pemain asing.

Hal tersebut otomatis, mempersulit langkah ketiga klub DIJ untuk naik ke kasta tertinggi di Indonesian Super League (ISL). Ini tak lepas dari keterbatasan pemain lokal nomor wahid. Terlebih, skuad tiga tim di DIJ, PSS Sleman, PSIM Jogjakarta, dan Persiba Bantul kerap bertukar pemain.

Tengok saja, saat Persiba berhasil menjawarai Divisi Utama 2011 silam, mereka banyak diperkuat pemain nomor satu yang kini berseragam PSS Sleman. Ada nama Busari yang menjadi kapten Super Elang Jawa menembus babak final Indonesian Soccer Championship (ISC) tahun lalu.

Selain larangan penggunaan pemain asing, Kongres juga menghendaki pengurangan jumlah tim yang berlaga di Divisi Utama. Kongres juga menyepakati kembalinya Persebaya Surabaya berlaga bersama PSS Sleman.

Ini tentu saja kian mempersulit tiket perebutan promosi. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi juga menyebutkan, jika tiga klub terbaik Divisi Utama yang berhak lolos otomatis di ISL. Satu tiket promosi akan diperebutkan peringkat 15 di ISL dan peringkat empat Divisi Utama.

Sekjen PSSI Ade Wellington menjelaskan, Divisi Utama bakal bergulir sepekan setelah ISL. Sedangkan jadwal kickoff ISL pada 26 Maret 2017. “Pada Divisi Utama 2018, kami akan melakukan pengurangan jumlah member (anggota) yang cukup signifikan. Nanti mengenai detailnya, Exco PSSI akan mengundang tim peserta sebelum technical meeting digelar,” katanya.

PSSI juga mengeluarkan kebijakan pemain asing di ISL hanya diperbolehkan 3 saja dengan format 2+1 (dua non-Asia dan 1 Asia). Sedangkan Divisi Utama tanpa legiun impor.

Ketua Umum PSIM Jogjakarta Agung Damar Kusumandaru mengaku, bagi PSIM larangan penggunaan pemain asing bukanlah hal baru. Sebab, sudah lebih dari tiga musim skuad Laskar Mataram, julukan PSIM, tak memakai legiun asing.

“Tidak masalah. Ini malah menjadi kesempatan pemain muda kami untuk bisa menunjukkan kualitasnya. Banyak pemain muda PSIM yang selama memiliki kualitas bagus,” tandas Agung.

Ia menegaskan, dengan peraturan baru tersebut, PSIM tetap menargetkan bisa promosi di ISL tahun depan. Skuad baru PSIM harus lebih kompetitif dari pada ISC tahun lalu yang sukses menembus babak 16 besar.

“Target tetap tinggi, harus promosi,” katanya. (ies/JPG/eri)