RADARJOGJA.CO.ID – Ada kabar menyenangkan buat publik bola di DIJ. Tak hanya mampu melahirkan PSSI dari Soeratin. Dua tokoh yang sudah puluhan tahun berkiprah di Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ masuk dalam kepengurusan PSSI dibawah Ketua Umum Edy Rahmayadi. Kedua orang itu adalah dr Hadianto Ismangoen dan Dwi Irianto. Lalu, kapan klub di DIJ promosi di kasta tertinggi ISL?

Hasil dari Kongres Tahunan PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Minggu (8/1) lalu, Ketua Asprov DIJ dan Sekretaris Asprov tersebut masuk di Komisi Etika serta Komisi Disiplin. Hal ini tentu menjadi kabar menyenangkan. Apalagi, jika dilanjutkan ada klub DIJ promosi.

Selama ini, keberadaan tokoh-tokoh sepakbola di DIJ memang bukanlah yang pertama kali. Saat kepengurusan Nurdin Halid, nama Subardi pernah mengisi posisi Exco PSSI. Ia pun, sempat mencalonkan posisi wakil ketua umum di Pemilihan akhir tahun lalu.

Kemudian, ada nama lagi Syauqi Soeratno. Ia merupakan otak dari kompetisi amatir PSSI. Jabatan Direktur Liga Amatir pernah ia tekuni selama lebih dari lima tahun. Mantan General Manager PSIM Jogjakarta ini juga sukses menjadi Ketua Panitia Pelaksana laga ujicoba Timnas di Stadion Maguwoharjo.

Saat penyelenggaraan Liga Nusantara, ada seorang lagi dari publik sepakbola DIJ yang terlupakan.Dessy Arfianto namanya. Ia merupakan penanggung jawab penyelenggaraan Linus dan Piala Soeratin.

Kini, dengan adanya kedua tokoh bola itu di Komisi Etika dan Komisi Disiplin tentunya bisa menjadi penyemangat tiga tim di DIJ promosi.Minimal, ada satu klub DIJ yang bisa melaju sampai promosi di ISL tahun ini sebagai bentuk pembuktian DIJ memang kota kelahiran PSSI. (eri/dem)