RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Usia jembatan dan talud yang sudah lama serta seringnya di atas jembatan dijadikan lokasi parkir, diduga menjadi penyebab retaknya Jembatan Tunjung di wilayah Baciro, Gondokusuman, Jogja. Salah satu pegangan besi mulai bergeser.

Menurut Rasiwan, warga RT 22 RW 06 Baciro, keretakan jembatan dan talud sudah terjadi setahun belakangan. Karena belum ada tindakan apa pun, pihaknya berinsiatif melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja.

“Kalau tiap tahun retaknya tambah beberapa milimeter saja, kan bahaya. Warga khawatir,” ujarnya ketika ditemui kemarin (6/1). Rasiwan yang juga anggota SAR Linmas Gondokusuman itu menambahkan, jembatan di Jalan Tunjung dibangun sekitar 1986.

Diakuinya, selain karena faktor usia, padatnya kendaraan yang lewat serta beberapa mobil yang parkir di atas jembatan menjadi faktor retaknya pondasi jembatan. “Aturannya memang tidak boleh parkir di atas jembatan. Tapi sulit mengatur banyak orang itu,” katanya.

Selain jembatan, talud yang berada di utara jembatan juga mengalami kerusakan. Tidak hanya retak, beberapa bagian juga ambles karena terkena derasnya Sungai Belik dan selokan perumahan warga. Padahal di atas talud itu terdapat masjid.

“Jika deras air bisa sampai di atas talud. Setahun lalu juga ada anak TK yang meninggal tercebur tepat di tempuran sungai dan selokan,” jelasnya.

Rasiwan hanya berharap segera ada perbaikan pada kondisi jembatan dan talud yang mulai rusak. Sekaligus sebagai antisipasi supaya tidak semakin rusak.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Agus Winarto mengaku sudah mengecek langsung dan melakukan penilaian terhadap kondisi jembatan. Diketahui posisi jembatan memang mengalami keretakan beberapa sentimeter.

“Hasil assesment (penilaian), pergeseran itu bukan karena faktor hujan kemarin, tapi memang jembatan yang sudah lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain faktor usia, pergeseran Jembatan Tunjung juga karena beban di atasnya. Agus mengaku sering melihat jembatan tersebut dijadikan lokasi parkir kendaraan roda empat. “Warga setempat juga mengakui, tapi tidak berani mengingatkan,” ujar mantan Camat Umbulharjo itu.

Hasil penilaian dari BPBD Kota Jogja sudah diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja. “Tindak lanjutnya nanti dari dinas terkait,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas PUPKP Kota Jogja Agus Tri Haryono mengakui sudah mendapatkan laporan. Hasilnya, Jembatan Tunjung dinyatakan tidak ada masalah, tapi memang terdapat kerusakan pada talud. “Cuma taludnya yang segera kami perbaiki,” tuturnya. (pra/laz/ong)