RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Dampak penataan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru masih terasa. Sepekan pasca mutasi besar-besaran, ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkab masih disibukkan dengan boyongan kantor.

Baca Juga:https://www.radarjogja.co.id/ealaah-masyarakat-minta-bupati-ganti-camat-pajangan-yang-baru/

Nuansa itu pula yang tampak di lingkungan bekas Dinas Kelautan dan Perikanan padaJumat6/1). Beberapa ASN tampak mengemasi berbagai perabot dan dokumen untuk dipindah ke kantor baru mereka. Berbagai perabot dan dokumen ini dipaking dalam beberapa kardus.

“Karena hari ini terakhir,” jelas bekas staf DKP Bantul Pur Jasmanto di sela kesibukkannya memindah berbagai perabot dan dokumen dinasnya ke mobil pikap.

Karena kelewat banyak, Pur harus menggunakan mobil pikap. Walaupun letak gedung Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan, kantor baru ASN asal Dlingo ini hanya beberapa meter dari tempat kerjanya yang lama. Sama-sama berada di kompleks perkantoran Manding.”Sempat menginap di kantor gara-gara pindahan ini,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Perdagangan Slamet Santosa mengungkapkan, ada satu kendala lagi pasca pembentukan SOTK baru adalah surat-menyurat. Tidak jarang dalam beberapa hari terakhir surat masih dikirim ke kantor dinas yang lama.

“Beberapa surat dan dokumen ada yang hilang,” katanya.

Sekretaris Daerah Bantul Riyantono memaklumi dengan berbagai penyesuaian pasca pembentukan organisasi perangkat daerah baru ini. Apalagi, amanat Peraturan Pemerintah No. 18/2016 mengamanatkan pembentukan beberapa SKPD baru.

Kendati begitu, Toni, sapaannya, memastikan proses boyongan seluruh SKPD ini selesai pekan ini. Dengan begitu, seluruh SKPD dapat memberikan pelayanan umum sepenuhnya pada Senin (9/1) mendatang.”Pelayanan tidak ada yang terganggu selama ini,” tambahnya. (zam/din/mar)